Denpasar –
Kurma laris manis di bulan puasa atau Ramadan. Hanisah Store, salah satu toko kurma di Denpasar, Bali, menyiapkan setok kurma hingga tiga ton. Pemilik toko, Eko Purwanto, mengungkapkan penjualan meningkat hingga 200 persen dibandingkan dengan hari biasa.
“Kalau keluar udah tonase ya, kemarin hari pertama dan kedua lebih dari 2-3 ton. Itu secara keseluruhan, kalau tiap jenis kurma nya ya kwintal lah ya,” tutur Purwanto ketika diwawancarai, Kamis (20/2/2026).
Persiapan juga telah dilakukan sejak satu bulan sebelum memasuki Ramadan. Purwanto mengaku sudah 4-5 kali melakukan isi ulang stok kurma. Ia mendapat pengiriman dari importer langsung.
“Ada dari Mesir, Tunisia, Palestina, Uni Emirat, Arab Saudi, kan jenisnya banyak soalnya,” tutur Purwanto.
Hanisah Store yang beralamat di Jalan Gunung Resimuka, Monang-Maning, Denpasar Barat, itu menerapkan strategi menarik. Yaitu, coba kurma gratis. Mereka juga melakukan pengemasan ulang untuk kurma dalam jumlah kecil. Hal itu dilakukan untuk menggaet minat pembeli berbagai kalangan, baik bawah hingga menengah atas.
“Kami berlakukan gratis tester, mau jadi beli atau nggak. Terus kami juga jual kurma Rp 10 ribu-an, kami repack aja, kan nggak semua orang bisa beli kurma kiloan. Jadi biar semua kalangan bisa merasakan lah,” jelas Purwanto.
Ada tiga jenis kurma yang jadi penjualan terbanyak Hanisah Store. Yakni, kurma Golden Valley dari Mesir, Sukari dari Arab Saudi, dan Ajwa serta Medjool dari Palestina. Menurut Purwanto, tren unik yang dia temui adalah melonjaknya permintaan kurma Golden Valley disertai kenaikan harga yang drastis.
Fenomena tersebut turut dirasakan oleh Toko Sahid Mubarok. Menurut pemilik toko Abdullah Yoy, kenaikan harga kurma Golden Valley tersebut dikarenakan jadi kebutuhan untuk dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Mulai tahun ini, tahun kemarin pas Ramadaan itu kami ecer masih Rp 285 ribu per dus. Tahun ini kami jual Rp 295 ribu, sekarang udah naik Rp 340 ribu. Kurma ini kan termasuk kurma curah yang paling murah. Barang saya masuk pagi nih, sorenya langsung dapat kabar naik,” jelas Yoy.
Selain itu, Yoy juga menemukan pelanggan yang ‘kecolongan’ karena langsung datang tanpa memesan atau mengecek persediaan terlebih dahulu. Yoy sendiri menggunakan fitur broadcasting untuk menyebarkan informasi penjualan kurma.
“Kami paling aktif di WA saja. Kadang juga yang ke sini karena lihat Google Maps. Jadi kalau kepingin agak santai, biasanya saya nggak broadcast,” kata Yoy.






