Pengusaha Borong Pernak-Pernik Dekorasi Imlek di Denpasar

Posted on

Denpasar

Sejumlah toko di Denpasar ikut memeriahkan Tahun Baru Imlek 2026 dengan menjual pernak-pernik edisi khusus. Aneka hiasan bernuansa Imlek, mulai dari lampion, gantungan dinding, hingga angpao, tampak berjejer di rak depan toko.

Sejumlah pedagang mencatat pembeli didominasi pelaku usaha. Dua di antaranya adalah Toko Mutiara Bali dan Toko Satria Accessories di kawasan Denpasar Utara. Pembeli datang dari berbagai sektor, mulai dari hotel, kafe, restoran, bank, showroom mobil dan motor, hingga sekolah.

“Mereka banyaknya beli lampion, ada juga gambar dan gantungan menarik yang tulisannya maknanya menarik kelimpahan, rezeki lancar, keturunan baik, generasi berikutnya masih menikmati hidup,” tutur Andi Wijaya, generasi kedua penerus Toko Mutiara Bali, saat diwawancarai tim, Selasa (11/2/2026).

Meski Tahun Baru Imlek tahun ini memasuki Tahun Kuda, toko-toko cenderung memilih menjual ornamen dekorasi yang bersifat umum. Hal ini dilakukan dengan menyesuaikan permintaan pasar sekaligus menghindari kelebihan stok yang berisiko tidak terjual.

“Rata-rata kan tergantung, ada yang mereka hanya melengkapi. Kalau usang baru beli lagi,” tambah Wijaya.

Toko-toko mengantisipasi penjualan edisi spesial Imlek dengan melakukan persiapan sejak satu hingga dua bulan sebelumnya. Waktu tersebut dibutuhkan untuk pengecekan kualitas barang, penentuan harga, hingga penataan produk di dalam toko.

“Barang impor dari China, bukan lokal. Tapi importirnya yang paling besar kan di Jakarta-Surabaya. Kami ambil ke sana, terus kami jual lagi. Makanya kadang-kadang kalau hotel rekwes mendadak, kami nggak bisa,” jelas Wijaya.

Selain itu, adanya agenda hari raya lain yang waktunya berdekatan juga menjadi pertimbangan dalam penyusunan perencanaan penjualan agar lebih terstruktur.

“Setelah hari H udah kami ake down, apalagi nanti berbarengan dengan bulan Ramadan. Kami kan sudah pasang banner, semoga masyarakat bisa mengenal bahwa toko juga menyediakan ragam hiasan lain, ngikutin event juga, nggak cuma Natal,” ungkap Store Manager Toko Satria Accessories, Rodatul Laela.

Laela menambahkan, terdapat perbedaan tren pembelian dibandingkan tahun sebelumnya. Perubahan tersebut terlihat dari jenis produk yang paling diminati konsumen.

“Tahun ini customer lebih senang dengan lampion lampu, jadi lebih awet dan bisa nyala juga. Kalau lampion biasa ditaruh di luar kan rawan rusak,” jelas Laela.

Terkait harga, toko-toko mengaku tidak melakukan perubahan. Harga tetap dijaga agar sesuai dengan pasar.

“Mungkin untuk stok sisa, atau kalau pembelian dalam jumlah besar, kita ada harga sendiri,” tambah Laela.