Lombok Timur –
Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) memastikan jalur pendakian Gunung Rinjani kembali dibuka pada 1 April mendatang. Diketahui, aktivitas pendakian ke puncak gunung tertinggi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), itu ditutup sejak 31 Desember 2025.
“Dibuka kembali pendakian rencananya pada 1 April 2026,” ujar Kepala Balai TNGR, Budhy Kurniawan, saat dikonfirmasi, Jumat (27/2/2026) malam.
Penutupan pendakian tersebut sebelumnya bertujuan untuk memulihkan ekosistem di kawasan Gunung Rinjani. Selain itu, masa penutupan tersebut juga dimanfaatkan untuk perbaikan sarana prasarana serta peningkatan kesiapan pengelolaan jalur pendakian.
Di sisi lain, sempat beredar informasi yang menyebut bahwa pendakian Gunung Rinjani dibuka pada 28 Maret. Budhy menegaskan tanggal tersebut hanya untuk event Rinjani Begawe yang merupakan rangkaian kegiatan untuk menyambut pembukaan jalur pendakian.
“Untuk 28 Maret 2026 itu rencana event Rinjani Begawe. Jadi tidak benar kami buka pendakian pada 28 Maret,” imbuh Budhy.
“Kegiatan ini nantinya akan dikemas dalam bentuk event dan akan dijadikan momentum pengumuman resmi pembukaan jalur pendakian Gunung Rinjani,” imbuhnya.
Menurut Budhy, sejumlah agenda pendukung lainnya telah disiapkan menjelang pembukaan aktivitas pendakian Rinjani. Termasuk pemilihan Putri Rinjani, pelatihan fotografi alam, hingga kegiatan kampanye tentang konservasi.
Beragam kegiatan tersebut akan melibatkan masyarakat umum, pelaku wisata, dan komunitas pecinta alam. “Kami lakukan secara bertahap, semua persiapan on progress” pungkas Budhy.






