Tim SAR gabungan belum menemukan anak pelatih sepakbola wanita Valencia CF, Martin Carreras Fernando pada hari ke-14 pencarian, Kamis (7/1/2026). Pencarian dilakukan hingga ke daratan.
Anak laki-laki itu satu-satunya korban tersisa dari insiden tenggelam kapal pinisi Putri Sakinah di Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Jumat (26/12/2026) malam.
“Terkait hari ke-14 pencarian yang telah dilaksanakan tim SAR gabungan hasilnya nihil,” kata Kepala Kantor Basarnas Maumere selaku SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman, di Posko Operasi SAR l, Pelabuhan Marina Labuan Bajo, Kamis malam.
Fathur mengatakan arus deras, gelombang, hingga hujan lebat menghambat pencarian korban hari ini. “Arus masih cukup kencang dan juga sempat terjadi hujan, dan juga kami melihat secara langsung di situ gelombang juga ada,” jelas Fathur.
Selain penyelaman dan penyisiran permukaan laut, tim SAR juga melakukan pencarian di darat, yakni di tengah mangrove Pulau Serai. Sebab, ada kemungkinan korban terseret arus di sana.
“Karena kami melihat arah arus yang menuju ke arah itu. Kami memprediksi semua daratan yang ada di Pulau Padar, Labuan Bajo, termasuk di daerah mangrove tersebut kami melaksanakan pencarian sampai ke lokasi tersebut,” kata Fathur.
Tim SAR kembali melanjutkan pencarian hari terakhir, besok. Pencarian hari ini dan besok merupakan perpanjangan operasi SAR yang ketiga kalinya.
Keluarga Tabur Bunga di Lokasi Kapal Tenggelam
Keluarga Martin menggelar tabur bunga di lokasi kapal pinisi Putri Sakinah. Tabur bunga itu dilaksanakan dari atas kapal milik Polri.
“Keluarga korban juga melaksanakan prosesi tabur bunga di lokasi kejadian,” ungkap Fathur.
Fathur tak menjelaskan lebih jauh tentang proses tabur bunga tersebut, termasuk juga jumlah keluarga yang ikut.
Dikatahui, Fernando dan tiga anaknya menjadi korban tenggelam kapal pinisi Putri Sakinah. Tiga jenazah korban sudah ditemukan. Yakni Fernando, putrinya berusia 12 tahun, dan anak laki-laki berusia 10 tahun.
Fernando ditemukan pada 4 Januari, dan putrinya ditemukan pada 29 Desember. Jenazah mereka ditemukan mengapung di sekitar perairan Pulau Rinca dan Pulau Serai.
Satu anak laki-lakinya ditemukan dalam bangkai kapal pinisi Putri Sakinah, Selasa (6/1/2026). Kapal tersebut terdampar di Pantai Pede, Pulau Komodo, sejauh 14 kilometer dari lokasi kapal tenggelam.
Dalam insiden kapal tenggelam itu, istri Fernando dan anak bungsunya berhasil selamat.






