Pencarian dua anak pelatih tim B sepakbola wanita Valencia CF, Fernando Martin Carrerasz, kembali dilanjutkan hari ini, Senin (5/1/2026). PPada pencarian hari kesebelas ini,Tim SAR gabungan mengerahkan 153 personel, 17 kapal, dan lima sonar termasuk sonar multibeam.
Personel gabungan itu terdiri dari Basarnas, TNI-Polri, KSOP Labuan Bajo, Balai TNK Komodo, P3KOM, Grahawisri, BPBD Manggarai Barat hingga komunitas diving Labuan Bajo dan unsur gabungan lainnya.
“Pencarian hari ini dikerahkan 153 personel unsur gabungan serta mengerahkan 17 alat utama untuk menyisir pulau-pulau di Labuan Bajo,” kata Kepala Kantor Basarnas Maumere selaku SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman, Senin.
Lima sonar yang dikerahkan terdiri dari tiga sonar milik Polda NTT, dan dua sonar multibeam masing-masing dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Distrik Navigasi Kupang. Sonar itu berfungsi untuk mendeteksi objek bawah air.
“Tim SAR gabungan dari Ditpolair Polda NTT juga menurunkan ROV dan sonar, pengerahan multibeam sonar dari ITB Bandung dan multibeam sonar dari Distrik Navigasi Kupang untuk mendeteksi keberadaan kapal KM Putri Sakinah di sekitar lokasi kejadian,” jelas Fathur.
Sebelumnya, Basarnas memperpanjang lagi tiga hari masa pencarian dua anak Fernando itu, mulai hari ini hingga 7 Januari mendatang. Perpanjangan operasi SAR itu setelah jenazah Fernando ditemukan kemarin atau hari terakhir pencarian.
Perpanjangan operasi SAR ini untuk kedua kalinya. Sebelumnya Basarnas memperpanjang tiga hari operasi SAR setelah tujuh hari pencarian, 2-4 Januari 2026.
Operasi SAR ini dimulai sejak kapal pinisi Putri Sakinah yang mereka tumpangi tenggelam di Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo Manggarai Barat NTT, 26 Desember 2025 malam.






