Bangkai kapal tenggelam yang ditumpangi pelatih sepak bola wanita Valencia CF, Martin Carreras Fernando, ditemukan terdampar di Pantai Pede, Pulau Komodo, Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (6/1/2025).
Kapal tersebut terdampar sejauh 7,48 mil laut atau sekitar 14 kilometer dari lokasi awal kejadian.
Kapal pinisi Putri Sakinah yang ditumpangi Fernando dan keluarganya itu sebelumnya dilaporkan tenggelam di perairan Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, pada malam 26 Desember 2025.
Bersama bangkai kapal yang terdampar itu, tim SAR menemukan satu jenazah yang diduga merupakan salah satu anak Fernando.
Diketahui, ada dua putra Fernando yang sebelumnya dilaporkan hilang dan menjadi target pencarian tim SAR gabungan. Keduanya masing-masing berusia 9 dan 10 tahun.
Setelah temuan tersebut, tim SAR gabungan melanjutkan pencarian dengan melakukan penyelaman ke dalam kapal untuk mencari kemungkinan korban lain. Penyelam menyusuri setiap kamar yang ada di kapal itu, namun hasilnya nihil.
“Setelah menemukan satu korban tersebut, tim SAR melaksanakan penyelaman pada bodi kapal, namun hasilnya nihil,” kata Kepala Kantor Basarnas Maumere selaku SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman, di Posko Operasi SAR Pelabuhan Marina Labuan Bajo, Selasa.
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi kapal mengalami kerusakan parah. Pada beberapa bagian terlihat berlubang, dengan papan-papan yang sudah terlepas.
Di sekitar bangkai kapal itu juga tampak banyak ikan kecil berenang di antara bagian kapal yang rusak.
Sementara itu, identitas jenazah yang ditemukan masih dalam proses identifikasi oleh tim Inafis Polres Manggarai Barat di RSUD Komodo Labuan Bajo.
Diketahui, ada dua putra Fernando yang sebelumnya dilaporkan hilang dan menjadi target pencarian tim SAR gabungan. Keduanya masing-masing berusia 9 dan 10 tahun.
Setelah temuan tersebut, tim SAR gabungan melanjutkan pencarian dengan melakukan penyelaman ke dalam kapal untuk mencari kemungkinan korban lain. Penyelam menyusuri setiap kamar yang ada di kapal itu, namun hasilnya nihil.
“Setelah menemukan satu korban tersebut, tim SAR melaksanakan penyelaman pada bodi kapal, namun hasilnya nihil,” kata Kepala Kantor Basarnas Maumere selaku SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman, di Posko Operasi SAR Pelabuhan Marina Labuan Bajo, Selasa.
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi kapal mengalami kerusakan parah. Pada beberapa bagian terlihat berlubang, dengan papan-papan yang sudah terlepas.
Di sekitar bangkai kapal itu juga tampak banyak ikan kecil berenang di antara bagian kapal yang rusak.
Sementara itu, identitas jenazah yang ditemukan masih dalam proses identifikasi oleh tim Inafis Polres Manggarai Barat di RSUD Komodo Labuan Bajo.






