Denpasar –
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram mengimbau masyarakat yang hendak mudik agar berangkat pada 13 Maret 2026 atau H-8 Idulfitri. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan di jalur menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, dan Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur.
“Bisa H-8, karena kalau nggak salah (pekan depan sudah) WFA. Nah sebelum itulah, supaya bisa lebih nyaman. Dan yang terpenting tidak berdesak-desakkan di jalan,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram Zulkarwin saat dikonfirmasi, Rabu (11/3/2026).
Zulkarwin berharap pemudik asal Mataram dan sekitarnya dapat memperkirakan waktu keberangkatan agar terhindar dari kemacetan. Menurut Zulkarwin, potensi kemacetan tidak hanya dipicu oleh arus mudik Idulfitri, tetapi juga bertepatan dengan Hari Raya Nyepi 2026 yang diperkirakan meningkatkan arus kendaraan di sejumlah pelabuhan.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
“Mudah-mudahan bisa lebih teratur mudiknya. Manfaatkanlah kesempatan kalau memang ada kegiatan. Tapi kalau bisa disegerakan, biar nggak berdesak-desakkan,” ujarnya.
Selain itu, Dishub Mataram juga akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi akibat aktivitas menaikkan penumpang bus di pinggir jalan. Terutama di kawasan Bertais dan Mandalika, Kota Mataram.
“Nanti kami coba berkoordinasi sama BPTD, sama terminal, dan Dishub Provinsi, karena itu jalan provinsi. Kami akan koordinasi bagaimana polanya, supaya jangan ada lagi menaikkan penumpang di luar (terminal),” jelasnya.
Zulkarwin mengimbau seluruh operator angkutan untuk menaikkan penumpang di dalam terminal guna menghindari kemacetan.
Sebagai langkah untuk meminimalisir kemacetan saat Nyepi dan Lebaran 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram menggelar program mudik gratis Lebaran 2026. Program bertajuk ‘Mudik Seru dengan HARUM’ ini menyediakan kuota sekitar 168 orang dan dijadwalkan berangkan pada 16 Maret 2026 dari kantor Wali Kota Mataram di Jalan Pejanggik, Mataram.
