Denpasar –
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali merilis capaian indikator makro Provinsi Bali pada 2025. Capaian indeks tersebut mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali.
Ada tujuh indikator dalam capaian indeks itu, salah satunya terkait angka pengangguran yang turun sedikit. Meski begitu, Bali disebut menjadi daerah dengan tingkat pengangguran terendah secara nasional.
“Tingkat pengangguran di Bali tahun 2025 adalah sebesar 1,45 persen, menurun sebesar 0,34 persen dibanding tahun 2024 sebesar 1,79 persen,” kata Gubernur Bali Wayan Koster melalui keterangan tertulis yang diterima, Senin (9/2/2026).
Selain pengangguran, tingkat kesenjangan ekonomi masyarakat Bali juga disebut menurun 0,333 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 0,348 persen. “Yang artinya pendapatan masyarakat di Bali semakin merata dan semakin baik,” sambung Koster.
Tingkat kemiskinan di Bali pada 2025 juga diklaim menurun menjadi 3,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 3,8 persen. Selain itu, pendapatan per kapita masyarakat Bali meningkat menjadi Rp 72,6 juta atau naik sekitar Rp 5,3 juta dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp 67,3 juta.
“Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025 adalah sebesar 79,37, meningkat dibanding tahun 2024 sebesar 78,63. Pencapaian angka IPM Bali merupakan peringkat kelima tertinggi secara nasional,” jelas Koster.
Sedangkan, usia harapan hidup masyarakat Bali terlihat meningkat di rata-rata 75,46 tahun. Secara keseluruhan, ekonomi Bali pada 2025 tumbuh sebesar 5,8 persen atau meningkat 0,34 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 5,82 persen.
“Pencapaian kinerja ini juga menunjukkan bahwa pembangunan Bali pada tahun 2025 telah berjalan sesuai dengan arah kebijakan dan program sebagaimana yang direncanakan meliputi enam bidang prioritas,” ujar Koster.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
Enam bidang prioritas yang dimaksud Koster terdiri dari: pertama, adat, tradisi, seni dan budaya, serta kearifan lokal. Kedua, kesehatan, pendidikan, pemuda dan olahraga, jaminan sosial dan ketenagakerjaan.
Ketiga, transformasi perekonomian dengan ekonomi kerthi Bali. Keempat, transportasi, infrastruktur darat, laut, dan udara. Kelima, lingkungan, kehutanan, dan energi. Keenam, Bali pulau digital dan keamanan Bali.
“Pencapaian kinerja yang sangat baik ini merupakan hasil kerja keras secara kolektif yang diselenggarakan secara bersama-sama oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota/kabupaten, pelaku usaha, serta masyarakat Bali,” tandas Koster.






