Pemprov NTT Minta Badan Geologi Kaji Semburan Lumpur di Pantai Liman

Posted on

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta Badan Geologi untuk melakukan kajian terhadap semburan lumpur di Pantai Liman, Kecamatan Semau Selatan, Kabupaten Kupang. Kajian perlu dilakukan untuk memastikan semburan lumpur berbahaya atau tidak kepada masyarakat.

Kepala Bidang (Kabid) Geologi dan Air Tanah Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTT, Victor Tade, mengatakan telah menyurati Badan Geologi agar semburan lumpur di Pantai Liman dilakukan kajian ilmiah.

“Kami telah memastikan semburan di Liman merupakan fenomena alam yang terlihat seperti semburan lumpur. Namun, untuk memastikan apakah fenomena ini berbahaya atau berpotensi merugikan masyarakat, kami telah bersurat ke Badan Geologi,” jelas Victor saat diwawancarai di ruang kerjanya, Kamis (15/1/2026).

Victor mengungkapkan Pantai Liman merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di NTT sehingga diperlukan kepastian soal semburan lumpur di sana berbahaya atau tidak. Hal itu penting agar tidak menimbulkan kekhawatiran bagi warga dan wisatawan yang berkunjung ke sana.

Victor memastikan informasi hasil kajian Badan Geologi akan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Ia berharap, dengan informasi yang jelas dan terverifikasi, keamanan, kenyamanan, serta citra kawasan wisata Bukit Liman sebagai salah satu destinasi unggulan NTT tetap terjaga.

Victor meminta masyarakat untuk tetap tenang, tetapi tetap waspada, mengingat fenomena alam dapat terjadi secara tiba-tiba. “Jangan sampai fenomena ini menimbulkan keresahan, tetapi kita juga harus bersiaga karena fenomena alam bisa terjadi tanpa kita duga,” jelas Victor.

Dinas ESDM NTT, tutur Victor, juga telah berkomunikasi dengan Pemerintah Kecamatan Semau Selatan untuk mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sekitar lokasi.

Diberitakan sebelumnya, semburan lumpur dari tanah di objek wisata Pantai Liman, Kecamatan Semau Selatan, Kabupaten Kupang, NTT, viral di media sosial (medsos). Video semburan lumpur itu tersebar di Facebook dan grup WhatsApp.

Video semburan lumpur itu salah satunya diunggah akun Facebook Bang Ceko. Video berdurasi 27 info itu diunggah pada Selasa (13/1/2026) pukul 16.32 Wita. Dilihat infoBali, Kamis (15/1/2025), video semburan lumpur itu sudah ditonton 2,9 ribu akun dan mendapatkan enam komentar.