Mataram –
Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram bakal mengerahkan 325 petugas kebersihan untuk mengatasi persoalan sampah saat parade ogoh-ogoh, pawai takbiran, hingga perayaan Idul Fitri. Sampah yang ditimbulkan dari kegiatan menjelang Hari Raya Nyepi dan Lebaran itu diperkirakan meningkat hingga 9 ton.
“Kami akan siagakan petugas seperti tahun-tahun sebelumnya. Ada yang di pawai ogoh-ogoh, pawai takbir, serta Idul Fitri. Misalkan di parade ogoh-ogoh, petugas kami akan menyisir sampah-sampah seusai parade,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mataram, Nizar Denny Cahyadi, Senin (9/3/2026).
Nizar mengatakan tak ada penambahan personel untuk pembersihan sampah sisa parade ogoh-ogoh hingga Lebaran. Menurutnya, ratusan personel yang dilibatkan merupakan petugas kebersihan DLH Mataram.
“Jumlah personel kami ada sekitar 325 orang. Itu yang akan kami kerahkan,” imbuhnya.
Nizar memprediksi jumlah sampah yang dihasilkan seusai pawai ogoh-ogoh di Mataram sekitar 6-7 ton. Sedangkan, pada pawai takbir diperkirakan akan ada penambahan sampah sekitar 8-9 ton.
“Kalau ogoh-ogoh sekitar 6-7 ton, pawai takbir beda tipis lah, sekitar 8-9 ton. (Intinya) kita akan tetap membersihkan sampah sisa di akhir acara,” pungkasnya.
Diketahui, Pemkot Mataram telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 100.3.4.3/877/SETDA/II/2026 tentang pelaksanaan kegiatan Tahun Baru Imlek hingga Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Pemkot mengimbau warga agar merayakan pawai ogoh-ogoh secara sederhana dan mengirimkan satu peserta pawai dengan jumlah banjar sekitar 76 banjar.
Pada poin berikutnya, Pemkot Mataram mengimbau agar peserta pawai tetap tertib dan tidak menggunakan alat pengeras suara (sound system), tidak membawa senjata tajam serta minum keras saat pawai ogoh-ogoh berlangsung.
Adapun, waktu pelaksanaan pawai akan berlangsung pada pukul 09.00 sampai 16.00 Wita. Poin selanjutnya, ukuran tinggi ogoh-ogoh maksimal mencapai 4 meter atau tidak melebihi ketinggian kabel listrik dan kabel komunikasi lainnya.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
“Peserta pawai ogoh-ogoh harus berasal dari wilayah administrasi Kota Mataram. Sementara itu, untuk pelaksanaan perang api diharapkan selesai pada jam 17.30 Wita,” demikian bunyi SE yang ditandatangani Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana.






