Denpasar –
Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar memastikan ketersediaan bahan pokok seperti beras, minyak goreng, hingga gula masih aman hingga tiga bulan ke depan. Hal itu berdasarkan hasil monitoring Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Denpasar ke gudang Bulog Sempidi.
“Sementara ini masih landai, masih aman. Artinya tercukupilah dengan distribusi yang lancar,” jelas Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kota Denpasar I Putu Agus Jayadi, Jumat (13/3/2026).
Menurut Jayadi, hasil monitoring menemukan terdapat 3,86 ribu beras medium termasuk beras Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) Kota Denpasar dan 42 ton beras premium di Gudang Bulog Sempidi. Selain beras, terdapat pula cadangan pasokan gula 869 kilogram dan minyak goreng 2.574 liter.
“Dari batasannya cadangan beras pemerintah (BPK) untuk persediaan 45 ton. Nah, kami eksistingnya di atas 45 ton, hampir 47 ton. Di luar force majeure, mungkin bakal ada mitigasi lebih lanjut,” tutur Jayadi.
Jayadi mengatakan fluktuasi persentase inflasi menjelang Hari Raya Nyepi yang berdekatan dengan Idul Fitri 2026 lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Padahal, dia berujar, perayaan dua hari besar keagamaan itu pada 2025 juga berdekatan.
Ia menerangkan perbedaan tersebut salah satunya dipengaruhi oleh faktor cuaca yang berdampak pada produksi. Selain itu, Jayadi melanjutkan, pola konsumsi masyarakat belum fleksibel dengan produk substitusi.
“Kami juga dorong penyaluran beras SPHP untuk jaga stabilitas harga dan koordinasi dengan pemasok dari luar Bali, misal dari Banyuwangi, Jawa Timur. Kami juga ada kerja sama untuk ketersediaan beras dengan Tabanan,” kata Jayadi.
Jayadi mengimbau warga Denpasar untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan panic buying. “Tetap jaga pola konsumsi yang wajar dan manfaatkan pasar murah dan operasi pasar yang diselenggarakan pemerintah,” pungkasnya.






