Lombok Barat –
Warga Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), berencana patungan memperbaiki jalan putus jika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat tak kunjung turun tangan pekan ini. Jalan putus tersebut menjadi salah satu penyebab pasien asma meninggal karena menghambat penanganan.
Kepala Desa Buwun Mas, Rochidi, mengatakan inisiatif itu muncul setelah seorang pasien asma harus digendong melintasi jalan putus untuk menuju puskesmas. Pasien tersebut meninggal dunia di RS Patut Patuh Patju, kurang dari sehari setelah dirawat.
Warga tak ingin kejadian serupa terulang. Mereka berencana memperbaiki jalan secara gotong royong, meski hanya bersifat sementara agar kendaraan bisa melintas.
“Kalau tidak mau tangani, biar kami yang urunan atau gimana caranya nanti. Ya kalau memang minggu ini tidak dikerjakan ya apa boleh buat kami yang akan bertindak nanti,” tegasnya, Jumat (27/2/2026).
Rochidi mengaku sudah berkoordinasi dengan Pemkab Lombok Barat. Namun, menurutnya, respons yang diterima terlalu birokratis di tengah kondisi darurat.
“Kan itu pekerjaan sederhana, kenapa hal-hal sederhana dipersulit gara-gara birokrasi. Padahal kan yang penting ada alat berat, ambilkan tanah, kan bisa dilalui sementara,” tegasnya.
Rochidi menyatakan prihatin kepada warga karena akses jalan yang putus shingga aktivitas menjadi terganggu selama beberapa hari. Warga harus melalui perjalanan jauh atau membayar lebih jika ingin pergi ke pusat perkotaan.
“Kasihan masyarakat, kayak kemarin yang belanja-belanja dalam jumlah besar harus sewa mobil kiri kanan dari kedua sisi,” tuturnya.
sudah berupaya menghubungi Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRKP), Lalu Ratnawi. Namun sampai saat ini belum ada balasan darinya.
Sebelumnya, Ratnawi menyebut penanganan awal akan dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat melalui skema tanggap darurat. Perbaikan bersifat semi permanen agar akses cepat terbuka, sebelum dibangun permanen oleh PUPRKP.
“Sekarang akan ditangani melalui tanggap darurat oleh BPBD berupa penanganan semi permanen, untuk mempercepat kebukanya akses warga. Setelah itu baru kami bangun permanen,” jelasnya kepada, Rabu (25/2/2026).
Sebelumnya, pasien asma yang digendong melewati jalan putus di Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, meninggal dunia, Kamis (26/2/2026) sore. Pasien bernama Rendy Wisnu Saputra (16) itu sebelumnya viral karena evakuasi berjalan dramatis.
Kepala Desa Buwun Mas, Rochidi, mengatakan Rendy dinyatakan meninggal setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Patut Patuh Patju, Kecamatan Gerung. Ia dirawat seusai dirujuk dari Puskesmas.
“Iya (meninggal), tadi di Rumah Sakit Gerung,” ungkapnya, Kamis (26/2/2026).
Rochidi mengatakan penyakit asma yang diderita Rendy sudah cukup parah sehingga tidak bisa tertolong. Akan tetapi, ia juga tidak memungkiri adanya keterlambatan penanganan karena evakuasi Rendy ke Puskesmas memakan waktu.
“Karena memang sudah akut penyakitnya, begitu informasi dari Rumah Sakit Gerung tadi. Tapi bisa jadi juga telat penanganan, terlambat tadi kan karena digendong lewat jalan rusak itu,” jelasnya.





