Gianyar –
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar menganggarkan Rp 14 miliar di sektor kesehatan. Anggaran itu digelontorkan untuk membiayai layanan kesehatan gratis dalam program Bantuan Kesehatan (BK) pada 2026.
“Kami anggarkan Rp 14 miliar tahun ini,” kata Kepala Dinas Kesehatan Gianyar Nyoman Ariyuni kepada, Selasa (10/2/2026).
Ariyuni mengatakan, belasan miliar rupiah itu untuk menalangi biaya layanan kesehatan semua warga ber-KTP Gianyar. Besaran nominalnya, disesuaikan dengan realisasi pemanfaatan BK gratis pada 2025.
“Menyesuaikan realisasi (pemanfaatan BK) pada tahun lalu,” kata Ariyuni.
Karena sudah ada BK gratis, Ariyuni berharap tidak ada kekhawatiran bagi warga Gianyar. Terutama, warga Gianyar peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI-JKN).
Selain itu, BK gratis dapat diakses gratis di semua fasilitas kesehatan yang dikelola atau milik Pemkab Gianyar. Hanya, Ariyuni enggan menjelaskan apakah layanan kesehatan gratisnya mencakup semua jenis penyakit atau penyakit tertentu saja.
“Kalau di Gianyar, semua (warga) yang datang ke faskes pemerintah Gianyar, KTP Gianyar, ngak punya jaminan, ada program BK,” katanya.
Sementara itu, Pemkab Gianyar kini sedang dalam proses pembaruan data penerima JKN-PBI yang dinonaktifkan. Menurut data dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan cabang Klungkung, jumlah total penerima JKN-PBI di Gianyar sebanyak 12.204 orang.
Jumlah itu kini sudah berkurang karena banyak peserta JKN-PBI yang diaktivasi ulang setelah dinonaktifkan. Sehingga, jumlah total penerima JKN-PBI saat ini mencapai 137.786 orang.
“Karena sudah banyak yang reaktivasi. Selain itu, kebijakan Pemkab Gianyar yang terus menelusuri apakah penerima JKN-PBI masuk kategori layak,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Klungkung Gusti Ngurah Catur Wiguna.






