Badung –
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung menambah 350 paket ikan yang dialokasikan untuk masyarakat dengan kategori stunting. Langkah ini melengkapi 200 paket pencegahan stunting dan peningkatan gizi untuk warga Badung sepanjang tahun 2026.
“Tambahan lagi, kami siapkan penyaluran 350 paket untuk penanganan masyarakat yang sudah dikategorikan stunting. Paket ini akan disalurkan setiap bulan selama satu tahun,” kata Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung, I Nyoman Suardana, Rabu (18/2/2026).
Program bertajuk Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) ini menyasar kelompok rentan mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita. Total olahan ikan yang didistribusikan mencapai 6.200 paket dalam setahun.
“Total ada 6.200 paket dari pembagian 200 paket selama 10 kali dan 350 paket selama 12 kali. Penentuan para penerimanya kami melibatkan Dinas Kesehatan serta Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Badung,” jelas Suardana.
Logistik ikan yang dibagikan berasal dari hasil budidaya lokal dan bibitnya dipasok oleh UPTD Perbenihan Ikan Air Tawar di Desa Baha, Kecamatan Mengwi. Pemkab Badung juga memberikan subsidi pakan kepada para pembudidaya untuk memastikan ketersediaan stok pangan tersebut.
“Ikannya itu dipelihara oleh pembudidaya dan kami subsidi juga dalam bentuk pakan meskipun belum semuanya. Kalau sudah besar, kami ambil lagi melalui kerja sama dengan kelompok pengolah dan pemasar di Desa Kekeran untuk menyiapkan paketnya,” ujarnya.
Jenis olahan yang disalurkan dalam program tahun ini berupa ikan nila, ikan lele, dan abon tuna. Komoditas tersebut dipilih agar masyarakat terbiasa mengonsumsi protein ikan dalam pola makan sehari-hari.
“Kami harap masyarakat tidak hanya mengonsumsi ikan saat ada pembagian dari pemerintah saja, tetapi jadi pola makan sehari-hari. Kami hanya menstimulus supaya kesadaran konsumsi ikan naik terus,” ujar Suardana.






