Lombok Tengah –
Pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) dan Kelurahan Merah Putih di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), masih minim. Baru 61 Kopdes Merah Putih yang siap dioperasikan. Padahal, Lombok Tengah memiliki 156 desa.
Progres pembangunan Kopdes Merah Putih di Lombok Tengah minim karena terkendala lahan. Berdasarkan petunjuk pelaksanaan (juklak) pendirian, pemerintah desa (pemdes) harus menyiapkan lahan seluas 10 are untuk pembangunan Kopdes Merah Putih.
“Karena dalam juklak itu harus disiapkan lahan seluas 10 are. Nah, sedangkan kami kesulitan mencari itu,” kata Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Lombok Tengah, Ikhsan, saat ditemui di Praya, Kamis (5/2/2026).
Juklak memang memberikan keringanan kepada pemdes untuk memanfaatkan lahan milik pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat untuk pembangunan Kopdes Merah Putih. Namun, lahan-lahan itu tidak tersedia di semua desa.
Pemerintah pusat juga telah memberikan kelonggaran bagi pemdes pada fase kedua, yakni membolehkan penggunaan lahan di bawah 10 are. Namun, menurut Ikhsan, pembangunan Kopdes Merah Putih dengan luas lahan di bawah 10 are menjadi standar kedua.
“Kalau lebih kecil lahannya bisa menjadi tingkat dua, tetapi biayanya tetap. (Permasalahannya) karena persoalan lahan saja,” jelas Ikhsan.
Diskop UKM Lombok Tengah, jelas Ikhsan, telah membuat target untuk mempercepat proses pembangunan infrastruktur Kopdes Merah Putih. Hanya saja, soal lahan tetap menjadi kendala.
Jadi Penggerak Ekonomi
Ikhsan menuturkan Kopdes Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini sebagai mesin penggerak ekonomi masyarakat lokal. Model pengelolaan Kopdes Merah Putih adalah untuk mengakomodasi potensi masing-masing desa.
“Dengan adanya lembaga ini, maka masyarakat di bawah itu bisa bertransaksi lebih dekat layanannya. Jadi apa pun produksi yang menjadi produk lokal di sana, itu koperasi harus handle biar saling menguntungkan,” tegas Ikhsan.
Ikhsan menegaskan kepala desa (kades) tak perlu risau soal pendanaan Kopdes Merah Putih. Musababnya, pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
“Tinggal desa ini sekarang mau apain uang ini. Total yang disediakan itu sekarang Rp 380 miliar (untuk Lombok Tengah) ada di bank. Tinggal mereka mau ambil buat pakai apa,” beber Ikhsan.






