Manggarai Barat –
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo mulai membuka pelayaran kapal wisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah sebulan lebih ditutup. Namun, surat persetujuan berlayar (SPB) hanya diberikan khusus untuk kapal cepat (speedboat).
“Mulai malam ini (SPB diberikan),” kata Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto, Selasa (3/2/2026).
Izin berlayar untuk speedboat tersebut juga hanya untuk tujuan Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo. Sementara itu, jenis kapal lainnya seperti pinisi masih dilarang berlayar. Destinasi lain di TN Komodo seperti Pulau Komodo dan Pulau Rinca juga belum diizinkan berlayar.
KSOP telah mengeluarkan maklumat pelayaran atau Notice to Marineers (NtM) tentang persetujuan berlayar kapal jenis speedboat tujuan Rinca, hari ini. Keputusan tersebut diambil berdasarkan perkembangan cuaca yang disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) maupun pengamatan laut dari pos darat dan laporan kapal-kapal lainnya.
“Maka pelayanan SPB dapat diberikan untuk kapal jenis speedboat dengan tujuan Rinca,” jelas Stephanus.
“Untuk jenis kapal lainnya akan menyesuaikan dengan perkembangan prakiraan cuaca maritim BMKG,” imbuhnya.
Stephanus meminta nakhoda untuk memastikan kelayakan kapal saat berlayar dan berlindung jika cuaca buruk. KSOP juga meminta nakhoda untuk menjaga lebih intens berkoordinasi terkait perkembangan cuaca.
“Berkoordinasi dengan syahbandar dan Basarnas jika mengetahui cuaca semakin memburuk,” tandas Stephanus.
Sebelumnya, pelaku pariwisata Labuan Bajo mengeluhkan lamanya durasi penutupan pelayaran kapal wisata di Labuan Bajo. Mereka pun mendesak KSOP segera membuka pelayaran kapal wisata.
Penutupan pelayaran kapal wisata di Labuan Bajo sudah berlangsung sejak 26 Desember 2025 atau setelah kapal pinisi Putri Sakinah tenggelam di Selat Pulau Padar. Kecelakaan kapal wisata itu menewaskan pelatih sepakbola wanita Valencia CF, Martin Carreras Fernando, dan tiga anaknya.
Kapal wisata sempat diizinkan berlayar selama tiga hari, 9-11 Januari lalu. Namun, pelayaran ditutup kembali mulai 12 Januari dan diperpanjang berkali-kali.






