Pelaut Spanyol Datangi Lokasi Pelatih Valencia Tenggelam di Labuan Bajo

Posted on

Seorang pelaut asal Spanyol mendatangi lokasi kapal tenggelam yang ditumpangi pelatih sepakbola wanita Valencia CF, Martin Carreras Fernando, dan keluarganya. Dia melihat langsung kondisi perairan Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT tersebut.

Pelaut Spanyol itu juga melihat proses pencarian korban oleh Tim SAR gabungan. Pelaut Spanyol tersebut merupakan salah satu keluarga korban. Dia paman korban. Pelaut Spanyol itu didampingi perwakilan Kedutaan Besar Spanyol.

“Paman korban yang seorang pelaut sudah melihat sendiri bagaimana kesulitan kita, arus yang sangat deras, gelombang cukup tinggi, angin cukup kuat di sana,” kata Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto, Selasa (61/2026).

Pelaut Spanyol itu berangkat ke lokasi, Senin (5/1/2026). Menurut Stephanus, pelaut Spanyol tersebut mengapresiasi kerja keras tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian korban di tengah tantangan cuaca maritim yang tak mudah.

“Mereka mengapresiasi karena begitu banyaknya kapal-kapal yang dikerahkan,” ujar Stephanus.

“Menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kita sudah bekerja keras,” ujar dia.

Kepala Kantor Basarnas Maumere selaku SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman, mengatakan tim SAR gabungan yang melaksanakan pencarian korban itu melaksanakan misi negara. Keluarga korban, ujar dia, bisa menyaksikan langsung bagimana negara berjuang menemukan korban.

“Ada dua orang keluarganya yang ikut dalam pencarian dan dia melihat sendiri apa yang dilakukan tim SAR gabungan dalam proses pencarian yang telah dilaksanakan. Dilihat kenyataannya seperti mereka melihat bahwa ini yang diupayakan oleh negara kita,” kata Fathur.

Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian korban, hari ini. Dua korban tersisa yang belum ditemukan adalah putra Fernando berusia 9 dan 10 tahun.

Fernando dan tiga anaknya menjadi korban tenggelam kapal pinisi Putri Sakinah di Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Jumat (26/12/2025) malam. Istri dan anak bungsunya selamat dalam insiden nahas itu.

Jenazah Fernando dan putrinya berusia 12 tahun sudah ditemukan. Jenazahnya dikremasi di Bali.