Pelajar di Kota Mataram semringah seusai mengikuti uji coba full day school atau sekolah penuh di hari pertama sekolah. Ada yang senang karena bisa belajar lebih lama, ada juga yang senang karena mendapatkan bekal hingga uang jajan lebih.
“Saya senang (full day school), jadi hari Sabtu bisa libur, jadi lebih semangat,” kata Ahmad Jadid, siswa SDN 7 Mataram, saat diwawancarai di sekolahnya, Senin (12/1/2026).
Selain senang karena jatah libur semakin bertambah, Ahmad mengaku semakin semangat mengikuti sekolah penuh karena mendapatkan tambahan uang jajan hingga bekal dari orang tua.
“Semoga bisa dapat ilmu lebih banyak (dari full day school ini). (Apalagi) ada tambahan uang jajan dan bekal (dari orang tua),” ujarnya.
Senada, Nadia Maulida, siswi kelas 5 SDN 7 Mataram, menuturkan, uji coba full day school hari pertama ini memberikan waktu belajar yang lebih banyak dari biasanya.
“(Full day school ini) bisa melengkapi pembelajaran, apalagi bisa semakin lama bertemu teman-teman di sekolah,” ujarnya saat diwawancarai, Senin.
Karena hari libur semakin panjang, Nadia bercerita keluarganya akan menikmati akhir pekan di Sembalun, Lombok Timur.
“(Diajak) liburan ke Sembalun, besok (Sabtu),” ungkapnya.
Raisya Kaira, siswi SD di Kota Mataram mengaku sangat menikmati hari pertama uji coba full day school.
“Seru banget, bisa dapat (materi) pelajaran lebih banyak, tapi juga dapat bermain lebih lama bersama teman. (Nggak hanya itu) kita juga diberikan waktu istirahat (sampai) tiga kali. Pelajaran pertama (sempat) ngantuk, tapi pelajaran kedua sampai ketiga jadi seru, nggak ngantuk,” katanya.
“(Karena Sabtu libur) saya dan keluarga mau liburan di pantai,” sambungnya.
Di sisi lain, Iwan, salah satu orang tua murid asal Kota Mataram merespon positif kebijakan uji coba full day school di Kota Mataram.
“Di hari Sabtu anak-anak (bisa) libur. Supaya kuat sampai sore, kami kasih bekal, supaya (dia) betah di sekolah,” katanya, Senin.
“Sebagai orang tua saya mendukung (full day school),” sambungnya.
Terpisah, Kepala Sekolah SDN 7 Mataram, Nuraisah, menuturkan antusias anak-anak di sekolah cukuplah tinggi terhadap uji coba full day school hari pertama.
“Anak-anak sangat antusias, tidak ada capeknya, malah banyak anak-anak senang,” katanya saat diwawancarai di ruangannya, Senin.
“Kelas 1-2 pulangnya jam 12.00 siang. Sedangkan kelas 3-6 pulangnya jam 14.30 Wita. Itu Senin-Kamis. Kalau Jumat seperti biasa,” sambungnya.
Petakan Titik Kemacetan
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram memetakan sejumlah titik yang berpotensi terkena macet saat uji coba full day school hari pertama di Kota Mataram.
“(Kalau kita bandingkan dengan hari biasa antar jemput anak sekolah potensi kemacetan ada di) sekitar SMPN 15 Mataram, SMPN 2 Mataram, SMPN 1 Mataram, di Gomong, hingga di SDN 2 Cakranegara,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram, Zulkarwin saat dikonfirmasi infoBali, Senin.
Pemkot Mataram tengah melakukan uji coba full day school di puluhan sekolah. Dengan pembagian jam sekolah untuk tingkat sekolah dasar (SD) dari pukul 07.30-14.30 Wita pada Senin-Kamis. Sementara pada Jumat, jam belajar dimulai pukul 07.30-11.00 Wita. Di sisi lain, tingkat sekolah menengah pertama (SMP) dimulai dari pukul 07.30-15.40 Wita. Sedangkan Jumat, dari pukul 07.30-11.00 Wita.
“Kami akan turunkan pasukan (untuk mengurai kemacetan), ada sekitar 23 orang lah yang kami turunkan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram, Yusuf menjelaskan ada puluhan sekolah yang sudah menerapkan full day school per hari ini.
“Untuk tingkat SMP, full day school dilaksanakan disemua SMP negeri. Mulai dari SMPN 1 Mataram sampai SMPN 24 Mataram,” kata Yusuf, Senin.
Yusuf menuturkan untuk tingkat sekolah dasar (SD), hanya ada beberapa sekolah yang melakukan full day school. Antara lain, SDN 1 Mataram, SDN 33 Mataram, SDN 9 Mataram, SDN 8 Mataram, SDN 34 Mataram, SDN 5 Mataram, dan SDN 7 Mataram.
“(Murid libur Sabtu-Minggu) tapi guru tidak libur. Sebab, Sabtu digunakan untuk peningkatan kompetensi dan refleksi pembelajaran,” terangnya.
(hsa/hsa)
Petakan Titik Kemacetan
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram memetakan sejumlah titik yang berpotensi terkena macet saat uji coba full day school hari pertama di Kota Mataram.
“(Kalau kita bandingkan dengan hari biasa antar jemput anak sekolah potensi kemacetan ada di) sekitar SMPN 15 Mataram, SMPN 2 Mataram, SMPN 1 Mataram, di Gomong, hingga di SDN 2 Cakranegara,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram, Zulkarwin saat dikonfirmasi infoBali, Senin.
Pemkot Mataram tengah melakukan uji coba full day school di puluhan sekolah. Dengan pembagian jam sekolah untuk tingkat sekolah dasar (SD) dari pukul 07.30-14.30 Wita pada Senin-Kamis. Sementara pada Jumat, jam belajar dimulai pukul 07.30-11.00 Wita. Di sisi lain, tingkat sekolah menengah pertama (SMP) dimulai dari pukul 07.30-15.40 Wita. Sedangkan Jumat, dari pukul 07.30-11.00 Wita.
“Kami akan turunkan pasukan (untuk mengurai kemacetan), ada sekitar 23 orang lah yang kami turunkan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram, Yusuf menjelaskan ada puluhan sekolah yang sudah menerapkan full day school per hari ini.
“Untuk tingkat SMP, full day school dilaksanakan disemua SMP negeri. Mulai dari SMPN 1 Mataram sampai SMPN 24 Mataram,” kata Yusuf, Senin.
Yusuf menuturkan untuk tingkat sekolah dasar (SD), hanya ada beberapa sekolah yang melakukan full day school. Antara lain, SDN 1 Mataram, SDN 33 Mataram, SDN 9 Mataram, SDN 8 Mataram, SDN 34 Mataram, SDN 5 Mataram, dan SDN 7 Mataram.
“(Murid libur Sabtu-Minggu) tapi guru tidak libur. Sebab, Sabtu digunakan untuk peningkatan kompetensi dan refleksi pembelajaran,” terangnya.






