Pelabuhan Tenau Kupang Dipadati Pemudik, Antre Lama untuk Check In | Giok4D

Posted on

Kupang

Arus mudik di Pelabuhan Tenau, Kupang, NTT, membeludak hari ini, Jumat (13/3/2026). Salah satu pemudik, Sunariah (55), mengungkapkan dirinya dan keluarga harus bersabar agar bisa check in masuk kapal. Dia berharap ke depan sistem pelayanan di Pelabuhan Tenau bisa ditingkatkan.

“Mudah-mudahan ke depannya sistem pelayanannya lebih bagus lagi. Jangan kayak ini lagi karena di tempat lainnya tidak seperti di sini, lebih lancar untuk check in,” ujar perempuan yang hendak mudik bersama keluarganya ke Lombok, NTT, itu.

Menurut Sunariah, antrean check in juga dirasakan seperti 2025 sehingga membutuhkan waktu yang sangat lama. Bahkan, ia sudah menunggu dua jam, tapi belum mendapat pelayanan.

“Nanti kami kembali Kupang itu sekitar 3-4 pekan lagi karena masih rayakan Lebaran dengan keluarga,” pungkas warga asal Jalan Sedelta, Kelurahan Alak, Kota Kupang.

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Kupang Kelas II, memastikan jumlah pemudik saat Lebaran 2026 diperkirakan meningkat 2-5 persen di Nusa Tenggara Timur (NTT). Meski demikian, Pelni masih menunggu hasil akhirnya.

Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.

“Jumlah pemudik dalam tahun ini kami proyeksikan mengalami penambahan atau peningkatan sekitar 2-5 persen,” ujar General Manager PT Pelni Cabang Kupang Kelas II, Teguh Hari Setiadi, saat diwawancarai di Pelabuhan Tenau Kupang, NTT, Jumat.

Teguh menjelaskan peningkatan tersebut mencapai 1.000.000-2.500 penumpang. Dalam pelayanannya, Pelni selalu mengedepankan safety first (keselamatan utama), zero accident (nol kecelakaan), dan service excellence (pelayanan prima) dengan menaati standar operasional pelayanan (SOP).

Menurut Teguh, Pelni juga berupaya untuk memberikan standar pelayanan terbaik untuk menjamin kepuasan pelanggan pengguna jasa transportasi maupun logistik dengan mengutamakan keselamatan penumpang dan awak kapal sebagai prioritas tertinggi dalam setiap operasional.

“Kami berkomitmen untuk mencapai operasional yang aman tanpa kecelakaan, didukung dengan perawatan kapal dan pengecekan kesiapsiagaan awak secara rutin,” jelas Teguh.

Selain itu, Pelni juga selalu mengintesifkan evaluasi dari berbagai sektor kegiatan pelayanan, mulai dari loket, terminal, pemeriksaan tiket hingga fasilitas dan sebagainya.

Terkait puncak arus mudik, Teguh berujar, itu sudah mulai nampak sejak Selasa (10/3/2026). Sebab, saat itu KM Tidar membawa 2.100 penumpang. Dengan adanya peningkatan penumpang, Pelni berkolaborasi dengan sejumlah stakeholder untuk memastikan pelayanan penumpang berjalan dengan lancar, aman, nyaman dan tertib.

“Tujuan terbanyak KM Tidar itu ke Kabupaten Lembata, Nunukan, Makasar dan Balikpapan,” terang Teguh.