Pekerja Asal Karangasem Meninggal di Turki, Ditemukan Terdampar di Pantai baca selengkapnya di Giok4D

Posted on

Pekerja migran Indonesia (PMI) asal Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Karangasem, Bali, Ni Komang Dewantari, meninggal di Turki. Jenazah perempuan berusia 31 tahun tersebut ditemukan terdampar di pantai negara tersebut.

Pantauan infoBali pada Minggu (11/1/2026), suasana duka masih menyelimuti pihak keluarga di Desa Tulamben. Namun, suami Dewantari dan dua anaknya tidak di rumah karena ada keperluan.

Paman korban, I Wayan Guntur, mengatakan Dewantari berangkat ke Turki untuk bekerja sekitar lima bulan lalu dengan kontrak dua tahun. Namun, suaminya baru mengetahui Dewantari bekerja di Turki sekitar dua bulan lalu. Dewantari dan suaminya sempat ada permasalahan sehingga pisah ranjang.

“Terkait keberangkatan korban ke Turki kami tidak ada yang tahu karena sejak setahun yang lalu korban tinggal di rumah orang tua kandungnya. Suaminya baru tahu dua bulan lalu saat mengunggah postingan di media sosial bahwa dia ada di Turki,” kata Guntur.

Namun, menurut Guntur, Dewantari sempat menghubungi suami dan beberapa anggota keluarga sebelum dikabarkan meninggal. Perempuan itu menghubungi suami dan keluarganya pada 22 Desember 2025.

Dewantari kala itu mengungkapkan tidak betah bekerja di Turki dan ingin cepat pulang. Selain itu, Dewantari juga mengaku rindu dengan kedua anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).

Setelah itu, Dewantari tidak lagi bisa dihubungi oleh keluarga lain karena nomor handphone-nya tidak aktif. Berselang dua hari kemudian, tepatnya pada 25 Desember 2025, Dewantari dikabarkan meninggal oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ankara, Turki.

“Dewantari saat itu ditemukan terdampar di bibir pantai dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Guntur.

Jenazah Dewantari selanjutnya dibawa ke salah satu rumah sakit di Turki guna dilakukan pemeriksaan. Jenazah sempat diautopsi untuk memastikan penyebab kematiannya. Autopsi meninggalkan jahitan panjang pada leher hingga perut jenazah.

“Dari hasil pemeriksaan dari rumah sakit, setelah kami terjemahkan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Dalam surat tersebut korban dikatakan meninggal karena tenggelam,” ujar Guntur.

Guntur mengungkapkan jenazah Dewantari tiba di Bali pada 8 Januari 2026 dan langsung dibawa ke rumah duka. Jenazah Dewantari lantas dikremasi pada 10 Januari 2026.

Keluarga, jelas Guntur, sudah ikhlas dengan kematian Dewantari. Menurutnya, tidak ditemukan luka dan bekas kekerasan lain pada jenazah Dewantari selain jahitan di leher hingga perut untuk keperluan autopsi.

Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.