Buleleng –
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng menyiapkan Parade Budaya sebagai salah satu rangkaian utama peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-422 Kota Singaraja. Konsep paranet tahun ini dirancang menyerupai format pawai pada Pesta Kesenian Bali (PKB) dengan menampilkan kekayaan budaya dari sembilan kecamatan di Buleleng.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadispar) Buleleng I Nyoman Wisandika mengatakan parade budaya saat ini tengah dalam tahap persiapan dan akan melibatkan seluruh kecamatan, mulai dari Kecamatan Gerokgak hingga Tejakula.
“Parade budaya ini sudah berproses. Diikuti sembilan kecamatan yang sudah kami bagi peranannya, mulai dari Gerokgak sampai Tejakula. Jadi tidak terus dari barat saja,” kata Wisandika, Jumat (6/3/2026).
Ia menjelaskan setiap kecamatan akan menampilkan episode perjalanan tokoh pendiri Buleleng, Ki Barak Panji Sakti, sejak masa kelahiran hingga masa kejayaannya. Bagian puncak kejayaan Panji Sakti akan ditampilkan oleh Kecamatan Buleleng.
“Terakhir nanti masa kejayaan Panji Sakti ada di Kecamatan Buleleng. Di situ ditampilkan bagaimana keberadaan beliau pada masa kejayaannya,” jelasnya.
Sebelum pawai dimulai, panitia juga akan menghadirkan pertunjukan pembuka berupa fragmentari yang dibawakan Sanggar Seni Manik Utara. Pertunjukan tersebut juga mengangkat kisah perjalanan Panji Sakti, selaras dengan tema perayaan HUT Kota Singaraja tahun ini, yakni Kota Bhinneka Santih Jagadita.
Dalam parade, peserta akan tampil dengan format mirip pawai PKB. Rombongan diawali pembawa papan judul, diikuti peserta dengan busana adat, gebogan, hingga penampilan baleganjur.
“Konsepnya hampir sama seperti PKB. Diawali pembawa papan tema, kemudian pakaian adat, ada gebogan, terakhir baru baleganjur. Baleganjur ini yang menampilkan masing-masing episode perjalanan Panji Sakti,” ujar Wisandika.
Rencananya, parade budaya digelar pada 30 Maret 2026 sebagai puncak peringatan HUT Kota Singaraja. Pawai akan dimulai sekitar pukul 13.00 Wita dengan titik start di kawasan Air Mancur Kota Singaraja dan berakhir di kawasan eks Pelabuhan Buleleng.
Peserta akan berjejer dari arah selatan dengan sejumlah titik transit yang telah ditentukan, seperti di SD Negeri 1 Banjar Jawa, Kantor Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Buleleng, hingga Rumah Jabatan Ketua DPRD Buleleng.
“Durasi atraksi tiap kecamatan sekitar 15 menit. Rutenya dari air mancur sampai eks Pelabuhan Buleleng. Jadi pementasannya di jalan, seperti PKB, bukan di lapangan,” jelasnya.
Pada hari yang sama, rangkaian kegiatan juga diawali dengan apel peringatan HUT Kota Singaraja pada pagi hari, kemudian dilanjutkan parade budaya pada siang hari. Sementara itu, puncak perayaan akan digelar pada malam hari di Taman Bung Karno.
