Pamitan dari Kos, Siswa SMA di Lembata Ditemukan Tewas Gantung Diri

Posted on

Lembata

Informasi dalam artikel ini tidak dimaksudkan untuk mendorong siapa pun melakukan tindakan serupa. Bagi pembaca yang mengalami gejala depresi atau memiliki kecenderungan pikiran untuk mengakhiri hidup, segera konsultasikan persoalan Anda kepada pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan mental terdekat.

Seorang siswa kelas XII sekolah menengah atas (SMA) berinisial YLG (19) di Kelurahan Lewoleba Barat, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan tewas pada Selasa (3/3/2026). Korban diduga mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di pohon asam Lusikawak.

Kasubsi Penmas Humas Polres Lembata Iptu Ona Pattipeilohy mengatakan peristiwa itu bermula saat korban berpamitan kepada pemilik kos berinisial ELB pada Selasa siang sekitar pukul 12.30 Wita. Saat itu, ELB sedang menanam bunga di kos.

“Saat itu korban keluar menggunakan pakaian baju kaos putih dan celana sekolah sambil menenteng sepatu sekolah lalu keluar dengan kendaraan Honda Beat yang diparkir di depan kos, lalu korban keluar menuju ke arah atas (sekolah korban),” kata Ona kepada, Rabu (4/3/2024).

Ona menyebut sekitar pukul 16.50 Wita, ELB mendengar ada suara tangisan ke arah depan rumah. Ia lantas mengecek ke arah sumber suara.

“Tiba-tiba orang tua kandung almarhum (bapak kandung) membawa korban ke dalam kos sudah tidak bernyawa lagi,” imbuhnya.

Seorang warga Kelurahan Lewoleba Barat berinisial IPB mengaku melihat kerumunan orang di sekitar lokasi pada Selasa sore. Ia melihat sejumlah teman sekolah korban berada di sekitar tubuh korban, sementara ayah korban memeluknya. Saat itu, tali sudah dilepaskan dan korban telah diturunkan ke tanah.

“Sedangkan Ayah korban sementara memeluk korban. Posisi tali sudah dilepaskan dan posisi korban sudah diturunkan di tanah,” kata IPB.

Hingga kini, pihak keluarga belum bersedia memberikan keterangan karena masih mengurus pemakaman jenazah. Polisi menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.