Pamit Beli Rorok, Pemuda Badung Ditemukan Tewas Bunuh Diri di Kebun Ortu

Posted on

DISCLAIMER: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Seorang pria berinisial WBP (27) ditemukan tewas di kebun milik orang tuanya di Kecamatan Abiansemal, Badung, pagi tadi, sekitar pukul 10.00 Wita. Korban ditemukan dalam posisi tergantung di sebuah pohon alpukat.

Informasi yang dihimpun infoBali, korban terakhir kali terlihat meninggalkan rumah pada Jumat (2/1) malam sekitar pukul 22.00 Wita. Saat itu, WBP pamit kepada keluarganya untuk membeli rokok di warung.

Korban pergi mengendarai sepeda motor meski kondisi sedang hujan. Namun hingga Sabtu pagi, WBP tak kunjung kembali ke rumah sehingga membuat keluarga khawatir.

Ayah korban, I NM, sempat mencoba menghubungi WBP melalui telepon, tetapi tidak mendapat respons. Kecurigaan muncul saat ayah korban melihat sepeda motor milik anaknya terparkir di depan tanah kebun keluarga.

Ayah korban kemudian mendekati area kebun tersebut. Ia terkejut saat mendapati anaknya sudah dalam kondisi tergantung di pohon.

“Pas ke kebun itu, korban dilihat sudah tergantung. Nggak pakai baju, cuma pakai celana, sama celana jas hujan,” ujar sumber, Sabtu (3/1/2025).

Peristiwa tersebut segera dilaporkan ke kelian adat setempat dan diteruskan kepada pihak kepolisian. Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim identifikasi dari Polres Badung.

Hasil olah TKP menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban yang mengarah pada tindak pidana pembunuhan atau penganiayaan, selain tanda-tanda umum bunuh diri. Tim medis dari Puskesmas Abiansemal II juga telah melakukan pemeriksaan terhadap korban.

Kapolsek Abiansemal, Kompol I Nyoman Karang Adiputra, belum memberikan keterangan saat dikonfirmasi infoBali. Sementara itu, Pejabat Sementara Kepala Subseksi Penerangan Masyarakat (PS Kasubsi Penmas) Seksi Hubungan Masyarakat (Sihumas) Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, membenarkan peristiwa tersebut.

“Dugaan awal ini ya (bunuh diri) tanpa keterlibatan pihak lain. Masalahnya diduga karena asmara,” terang Ayu Inastuti.

Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan medis selesai, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. Camat Abiansemal, Ida Bagus Putu Mas Arimbawa, mengatakan jenazah WBP langsung dimakamkan di kuburan adat setempat.

“Langsung setelah kejadian itu, nggak kremasi, tapi makingsan di geni (dikubur) sekitar pukul 12.14 Wita di setra (kuburan) desa adat, tempat tinggal korban,” ungkap Mas Arimbawa.

Peristiwa tersebut segera dilaporkan ke kelian adat setempat dan diteruskan kepada pihak kepolisian. Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim identifikasi dari Polres Badung.

Hasil olah TKP menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban yang mengarah pada tindak pidana pembunuhan atau penganiayaan, selain tanda-tanda umum bunuh diri. Tim medis dari Puskesmas Abiansemal II juga telah melakukan pemeriksaan terhadap korban.

Kapolsek Abiansemal, Kompol I Nyoman Karang Adiputra, belum memberikan keterangan saat dikonfirmasi infoBali. Sementara itu, Pejabat Sementara Kepala Subseksi Penerangan Masyarakat (PS Kasubsi Penmas) Seksi Hubungan Masyarakat (Sihumas) Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, membenarkan peristiwa tersebut.

“Dugaan awal ini ya (bunuh diri) tanpa keterlibatan pihak lain. Masalahnya diduga karena asmara,” terang Ayu Inastuti.

Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan medis selesai, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. Camat Abiansemal, Ida Bagus Putu Mas Arimbawa, mengatakan jenazah WBP langsung dimakamkan di kuburan adat setempat.

“Langsung setelah kejadian itu, nggak kremasi, tapi makingsan di geni (dikubur) sekitar pukul 12.14 Wita di setra (kuburan) desa adat, tempat tinggal korban,” ungkap Mas Arimbawa.