Badung –
Bali Choral Academy (BALCA), paduan suara asal Bali, siap mewakili Indonesia dalam ajang Asian Choral Grand Prix (ACGP) 2026 yang akan digelar di Songdo, Korea Selatan, pada 27 Februari 2026. Kompetisi ini merupakan ajang puncak paduan suara tingkat Asia yang mempertemukan para juara dari berbagai negara.
“BALCA akan ke Korea Selatan untuk mengikuti Asia Choral Grand Prix (ACGP) 2026 yang akan diadakan di Songdo pada 27 Februari nanti, yaitu ajang puncak kompetisi paduan suara tingkat Asia yang mempertemukan juara juara dari berbagai negara,” ujar Ketua Tim Balca Goes to ACGP, Richard Christian Mozart Diazoni, saat ditemui di Studio Bali Music Academy, Minggu (1/2/2026).
Asian Choral Grand Prix merupakan tahap lanjutan sekaligus puncak dari rangkaian kompetisi paduan suara internasional di kawasan Asia. Ajang ini mempertemukan paduan suara terbaik dari lima festival paduan suara besar, yakni International Choral Festival (Filipina), Bali International Choir Festival (Indonesia), Korea International Choir Competition (Korea Selatan), Malaysian Choral Eisteddfod (Malaysia), dan Singapore International Choral Festival (Singapura). Festival-festival tersebut digelar secara bergilir di berbagai negara.
Sebagai bagian dari persiapan menuju kompetisi internasional tersebut, BALCA telah melakukan latihan intensif sejak September 2025. Salah satu tahap persiapan diwujudkan melalui konser pra-kompetisi yang digelar pada Sabtu malam (31/1/2026) di GKPB Philadelphia, Legian.
Konser tersebut menjadi simulasi sebelum tampil di panggung ACGP di Korea Selatan.
“Konser semalam dibuat sebagai simulasi sebelum kompetisi yang sebenarnya. Jadi Tim bisa merasakan suasana tampil di depan audiens, sekaligus menguji kestabilan teknik vokal, keseimbangan suara, dan interpretasi lagu,” katanya.
Melalui konser ini, tim juga melakukan evaluasi terhadap sejumlah aspek yang masih perlu disempurnakan, baik dari sisi aransemen maupun performa secara keseluruhan.
Dalam ajang ACGP 2026 nanti, BALCA akan membawakan lima repertoar dengan ragam bahasa dan karakter musik. Repertoar tersebut mencakup bahasa Latin, Spanyol, Bali, hingga lagu daerah dari Nusa Tenggara Timur (NTT).
Lima karya yang akan dibawakan antara lain Factus Est Repente karya James MacMillan, Noche karya Lorenzo Donati, serta tiga karya Eto Tagur berjudul Gayatri Mantram, Co’oy Lami Cemoln Yo Mori, dan Ngkiong.
Melalui pemilihan repertoar tersebut, BALCA berharap dapat memperkenalkan kekayaan budaya serta kekhasan musik daerah Indonesia di panggung internasional.
Komunitas paduan suara yang berdiri pada April 2025 ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari sponsor, pelatih, panitia, relawan, hingga keluarga dan komunitas pendukung.
BALCA menargetkan penampilan maksimal sesuai dengan persiapan yang telah dilakukan dan berharap dapat meraih prestasi membanggakan di ajang tersebut.
“Kami ingin menunjukkan kualitas, hasil kedisiplinan latihan, dan karakter tim di panggung internasional. Soal hasil itu mengikuti, tapi yang utama adalah memberikan penampilan terbaik dan membawa pengalaman berharga untuk mengharumkan nama Indonesia di Luar negeri,” harapnya.






