Jumlah penumpang yang menggunakan kapal di seluruh pelabuhan Bali mengalami kenaikan hingga 9,8% pada libur akhir tahun. Total penumpang naik meningkat dari 133.086 orang pada periode sebelumnya menjadi 146.244 orang, atau bertambah 13.158 penumpang.
Persentase kenaikan tersebut dihitung berdasarkan perbandingan periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 18 Desember-4 Januari pada 2024/2025 dan 2025/2026. Data ini merupakan perhitungan aktivitas kapal dan pergerakan penumpang di lima wilayah pelabuhan Bali, yakni Benoa, Sanur, Serangan, Tanjung Benoa, dan Kedonganan.
Ketua Wilayah Kerja Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Benoa Pelabuhan Sanur, Warsita, menambahkan bahwa jumlah trip kapal juga meningkat dibandingkan periode tahun lalu. Ia menyebutkan terjadi kenaikan 4,24%, dengan jumlah kapal berangkat 2.996 dibandingkan 2.874 pada periode sebelumnya.
Pelabuhan Sanur sendiri mengalami kenaikan 4.762 orang untuk penumpang naik. Warsita menjelaskan, tahun ini Pelabuhan Sanur akan menjalankan perawatan operasional rutin pada sarana dan prasarana pelabuhan, terutama dalam persiapan menyambut momen Idul Fitri.
“Itu modelnya maintenance, dan untuk menghadapi lebaran lagi masalahnya, ada uji petik kapal-kapal periksa semua,” jelas Warsita ketika ditemui tim infoBali, Selasa (13/1/2026).
Sejauh ini, kendala utama yang ditemui dalam operasional adalah faktor cuaca. Warsita menceritakan hujan panjang yang terjadi pada 27 Desember lalu mengakibatkan penundaan keberangkatan hingga empat kali.
“Sampai empat kali buka tutup. Pelayanan tetap. Jam keberangkatannya yang ditunda. Tergantung cuaca, kita update terus. Kemarin, dua hari lalu ditunda sekali, sampai sejam-an. Kita memikirkan keselamatan,” ujar Warsita.
Selain itu, optimalisasi operasional kapal juga dilakukan melalui pembaruan sistem registrasi keberangkatan. Kini, setiap kapal wajib melampirkan laporan cuaca terkini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dengan begitu, informasi cuaca berasal dari pusat dan kapal guna memastikan komunikasi dua arah yang efektif.
Penumpang Pelni Melonjak
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
Sementara itu, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Denpasar mencatat peningkatan jumlah penumpang pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Pada periode tersebut, tercatat 6.279 penumpang turun dan 5.155 penumpang naik, dibandingkan periode 2024/2025 yang masing-masing berjumlah 5.879 dan 4.325 penumpang.
Periode Nataru 2025/2026 terhitung sejak 18 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026. Sebelumnya diketahui, Pelni Cabang Denpasar menyediakan empat kapal yang beroperasi untuk angkutan periode Nataru.
“Jadi tanggal 18 Desember sampai 8 Januari itu ada delapan kali kapal kami masuk Benoa. Dari delapan kali, empat kapal yang masuk,” jelas Kepala Pelni Cabang Denpasar, Arfah Yusuf, ketika ditemui tim infoBali, Selasa (13/1/2026).
Rute terbanyak yang dilayani oleh Pelni Cabang Denpasar adalah Benoa-Labuan Bajo dan Benoa-Waingapu. Kondisi tersebut mendorong Pelni Cabang Denpasar melakukan penyesuaian rute serta penambahan frekuensi kunjungan kapal.
“Di tahun 2026, ada satu perubahan rute. Karena tingginya permintaan masyarakat ke arah Nusa Tenggara Timur (NTT), sehingga ada penambahan kunjungan kapal dari Benoa ke NTT. Kapalnga tidak bertambah tapi frekuensi dari Benoa ke NTT, yaitu tepatnya Waingapu, bertambah,” ujar Arfah.
Arfah menambahkan, peningkatan jumlah penumpang dibandingkan periode Nataru 2024/2025 juga dipengaruhi oleh program diskon stimulus ekonomi untuk pembelian tiket Kapal Pelni. Terhitung sejak periode Nataru 2025/2026 hingga dua hari setelahnya, tiket program tersebut terjual hingga 5.317 penumpang.
“Program pemerintah yang dalam hal ini Kementerian Perhubungan memberikan diskon kepada masyarakat melalui kapal Pelni sebesar 20%. Satu tiket ada tiga komponen, yaitu tiket tarif dasar, pos penumpang, dan asuransi. Dari tiga komponen yang diskon poin pertama, harga tiket tarif dasar,” terang Arfah.
