Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) kembali memperpanjang masa pencarian korban tenggelam KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Perpanjangan operasi pencarian dilakukan setelah tim SAR gabungan menemukan jasad pelatih tim B Sepakbola Wanita Valencia CF, Fernando Martin Carrerasz.
Hingga kini, dua anak laki-laki Fernando yang turut menjadi korban tenggelamnya kapal pinisi tersebut masih hilang. Keluarga berharap keduanya bisa ditemukan dalam waktu tiga hari masa perpanjangan operasi SAR tersebut.
“Keluarga berharap untuk bisa menemukan kedua anaknya dalam tiga hari perpanjangan ini,” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gabungan Pengusaha Wisata Bahari dan Tirta Indonesia (Gahawisri) Labuan Bajo, Budi Widjaja, Senin (5/1/2026). Budi adalah pendamping keluarga korban di Labuan Bajo.
Perpanjangan operasi SAR untuk kedua kalinya ini berlangsung pada 5-7 Januari atau hingga hari ke-13 pencarian setelah kapal tenggelam pada 26 Desember 2025. KM Putri Sakinah yang ditumpangi Fernando sekeluarga tenggelam di Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo.
Menurut Budi, keluarga mengapresiasi Basarnas yang kembali memperpanjang tiga hari masa pencarian untuk mencari dua anak laki-laki Fernando yang berusia 9 dan 10 tahun itu. Adapun, operasi pencarian korban kapal wisata itu memasuki hari kesebelas pada hari ini.
“Keluarga berterima kasih, apresiasi semua pihak yang terus mendukung dan bersedia untuk menambah masa pencarian,” ujar Budi.
Sebelumnya, keluarga menyatakan tidak akan kembali ke Spanyol sebelum membawa semua korban kapal tenggelam tersebut. Ada empat korban yang dicari dalam operasi SAR sejak kapal tenggelam.
Dua orang sudah ditemukan mengapung tak bernyawa, yakni Fernando dan putrinya berusia 12 tahun. Meraka ditemukan di lokasi berbeda dengan jarak sekitar satu nautical mile (mil laut) atau dua kilometer dari lokasi kapal tenggelam.
Fernando ditemukan mengapung dengan posisi telungkup di perairan Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo, pada pencarian hari kesepuluh atau hari terakhir, Kamis (4/1/2026) pagi. Penemuan Fernando ini yang mendorong Basarnas memperpanjang lagi operasi SAR.
Sebelumnya, putri Fernando ditemukan pada 29 Desember lalu atau hari keempat pencarian. Jenazahnya ditemukan mengapung oleh nelayan di Perairan Pulau Serai, Taman Nasional Komodo.
Sementara itu, istri dan putri bungsu Fernando berusia tujuh tahun juga turut berada di atas kapal saat insiden nahas tersebut. Namun, istri dan anak bungsu Fernando itu berhasil selamat dari maut.
“Keluarga berterima kasih, apresiasi semua pihak yang terus mendukung dan bersedia untuk menambah masa pencarian,” ujar Budi.
Sebelumnya, keluarga menyatakan tidak akan kembali ke Spanyol sebelum membawa semua korban kapal tenggelam tersebut. Ada empat korban yang dicari dalam operasi SAR sejak kapal tenggelam.
Dua orang sudah ditemukan mengapung tak bernyawa, yakni Fernando dan putrinya berusia 12 tahun. Meraka ditemukan di lokasi berbeda dengan jarak sekitar satu nautical mile (mil laut) atau dua kilometer dari lokasi kapal tenggelam.
Fernando ditemukan mengapung dengan posisi telungkup di perairan Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo, pada pencarian hari kesepuluh atau hari terakhir, Kamis (4/1/2026) pagi. Penemuan Fernando ini yang mendorong Basarnas memperpanjang lagi operasi SAR.
Sebelumnya, putri Fernando ditemukan pada 29 Desember lalu atau hari keempat pencarian. Jenazahnya ditemukan mengapung oleh nelayan di Perairan Pulau Serai, Taman Nasional Komodo.
Sementara itu, istri dan putri bungsu Fernando berusia tujuh tahun juga turut berada di atas kapal saat insiden nahas tersebut. Namun, istri dan anak bungsu Fernando itu berhasil selamat dari maut.






