Denpasar –
Hari Raya Nyepi dan Lebaran tahun ini akan dilaksanakan pada hari yang berdekatan. Lonjakan arus mudik di Bali diprediksi terjadi pada 14-18 Maret 2026.
Kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Bali, I Kadek Mudarta, memprediksi kepadatan kendaraan akan terjadi di Jalan Denpasar-Gilimanuk mengingat jalur ini merupakan akses utama pemudik menggunakan transportasi darat. Menurutnya, masyarakat akan mulai melakukan perjalanan mudik lebih awal atau sebelum Nyepi yang jatuh pada 19 Maret.
“Kami memprediksi peningkatan arus mudik sudah mulai sejak 14 Maret. Maka kami mengimbau masyarakat untuk mudik lebih awal. Jika memungkinkan, lebih baik berangkat sebelum 16 Maret,” ujar Mudarta saat dikonfirmasi, Selasa (3/3/2026).
Sementara itu, Mudarta memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada 16-17 Maret. Ia mengingatkan warga agar menghindari perjalanan mudik pada 18 Maret karena bertepatan dengan upacara pengerupukan dan arak-arakan ogoh-ogoh.
“Jika terlalu mepet, risikonya bukan hanya terjebak macet, tapi juga menghambat kegiatan keagamaan menjelang Nyepi,” kata Mudarta.
Dishub Bali, dia berujar, telah mempersiapkan sejumlah langkah mitigasi agar perjalanan mudik lancar. Termasuk menerapkan pembatasan operasional kendaraan barang, memperketat pengawasan di Pelabuhan Gilimanuk, hingga pengaturan arus lalu lintas melalui sistem Area Traffic Control System (ATCS).
Selain itu, Dishub Bali juga memantau arus lalu lintas di sejumlah posko terpadu. Tak hanya jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk, arus kendaraan menuju Pelabuhan Padangbai hingga Bandara I Gusti Ngurah Rai juga turut diatensi.
Menurut Mudarta, Dishub Bali akan menerapkan skema pelat nomor ganjil-genap pada mudik tahun ini. Meski begitu, dia melanjutkan, aturan ganjil-genap itu belum bersifat wajib.
“Pengaturan ganjil-genap diberlakukan sebagai bentuk kesadaran bersama mengurangi kepadatan, meskipun belum bersifat wajib,” imbuhnya.
Mudarta mengingatkan seluruh operasional bandara dan pelabuhan di Bali akan dihentikan selama 24 jam saat Hari Raya Nyepi. Adapun, penutupan operasional bandara dan pelabuhan di Bali akan berlangsung mulai pukul 06.00 Wita pada 19 Maret mendatang.






