Kupang –
Nusa Tenggara Timur (NTT) akan dijadikan sentral swasembada garam Indonesia di Tahun 2027. Hal ini disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono, seusai memimpin rapat bersama kepala daerah dan Forkopimda di NTT, Rabu (25/2/2026).
“Kami harus mampu swasembada, dan itu janji saya kepada Bapak Presiden akhir 2027 harus sudah tidak ada lagi impor garam. Kami berharap di Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai sentra produksi garam nasional,” ujar Trenggono.
NTT, kata Trenggono, tidak hanya di Kabupaten Rote Ndao yang memiliki produksi garam. Namun masih banyak wilayah di NTT yang memiliki potensi garam.
“Pembangunan garam di Rote, tadi Pak Bupati Yosef di wilayah beliau ada 4.000 hektare yang sangat potensi untuk dilakukan pembangunan tambak garam,” terangnya.
Dalam kunjungan di NTT, Trenggono membawa langsung Direktur Garam Indonesia, Abraham Mose, untuk memastikan Indonesia tidak kekurangan garam usai ditetapkannya Rote Ndao sebagai sentra Garam Nasional.
“Saya bawa Dirutnya PT Garam ke sini, supaya Indonesia negara kelautan itu tidak lagi krisis garam. Jadi tidak hanya di Rote, tapi di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur, karena potensi garamnya banyak sekali,” jelasnya.
KKP Bangun Industri Udang Modern di Waingapu
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
Sakti juga menjelaskan NTT memiliki banyak potensi, seperti rumput laut dan udang. Untuk itu, KKP akan membangun industri di NTT.
“Kami akan bangun industri-industri potensi yang ada disini itu adalah industri budidaya,” kata Sakti.
Menurut dia, saat ini pembangunan industri udang sementara dibangun di Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Budidaya udang, ini kami ekspornya bagus sekali maka dengan di NTT ini yang belum ada tambak udang yang modern kita akan bangun di Waingapu dan sekarang dalam proses pengerjaannya,” tukasnya.
Selain potensi udang, Sakti juga menilai NTT memiliki potensi lain seperti rumput laut yang dapat dikelola masyarakat untuk menopang perekonomian.
“Potensi rumput laut. Potensi ini juga sangat luar biasa, sehingga ini nanti akan meningkatkan ekonominya di NTT menjadi surplus.” Jelasnya.
