infoers ingin nongkrong asik bernuansa horor, bisa datang ke Frankenstein Laboratory di Jalan Camplung Tanduk nomor 6, Seminyak, Kabupaten Badung, Bali. Di restoran-bar itu ada minuman koktail yang disajikan di dalam kantong infus.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.

“Kantong infus asli. Asli kami beli di toko produk medis di Jalan Teuku Umar,” kata Supervisor Frankenstein Laboratory, Dwi Angga, ditemui infoBali di restorannya, Minggu (11/1/2026).
infoBali melihat cara bartender menyajikan koktail bernama zombie itu. Layaknya koktail, bartender mulai meracik minuman alkohol dengan campuran lain rasa anggur, rasa nanas, dan rasa buah beri.
Setelah diracik, minuman itu lalu dimasukkan ke kantong infus dengan menggunakan tabung suntikan tanpa jarum. Ada selang plastik bening yang menghubungkan ujung tabung suntikan ke kantong infusnya.
Kantong infus berisi minuman koktail itu lalu digantung di tiang infus dan siap disajikan. Meski disajikan dari dalam kantong infus, koktail itu tetap dinikmati pengunjung dengan gelas kaca dan beberapa bongkah es batu.
Meski hanya terisi setengah, satu kantong infus berisi koktail cukup untuk dinikmati hingga tiga orang.
“Selang yang digulung di atas kantong infus itu hanya untuk memasukkan minumannya saja. Setelahnya, selang itu nggak berguna. Hanya digulung saja di atas kantong infusnya,” kata Angga.
Hasilnya, cairan merah yang memenuhi setengah kantong infus itu. Rasanya cukup manis dan mampu menutupi aroma atau rasa alkoholnya.
Angga menjelaskan ada racikan koktail lain selain zombie. Ada koktail mad doctors punch, brain juice, corpsopolitan, dead finger iced tea, spine tingler, dan minuman jus non alkohol untuk pengunjung anak yang juga disajikan di dalam kantomg infus.
“Mad doctors punch itu yang paling disukai tamu. Karena dia rasanya lebih manis,” katanya.
Angga menegaskan minuman koktail yang disajikan di dalam kantong infus dijamin keamanannya. Selain dipastikan steril, pengunjung juga menikmati koktail itu dari gelas.
Kantong infus yang sudah terpakai tidak langsung dibuang. Kantong-kantong itu dipakai untuk menyajikan koktail ke tamu lain hingga tiga kali.
“Kantong itu steril dan aman. Karena koktailnya diminum dari gelas, nggak langsung dari kantong ke mulut. Kalau sudah dipakai tiga kali barulah dibuang dan diganti baru,” katanya.
Sebagai informasi ada 54 menu makanan dan 40 menu minuman yang disajikan di restorannya. Namun, hanya minuman koktail yang disajikan dengan cara sedikit nyeleneh itu.
Sisanya, beberapa menu makanan ala barat dan makanan Indonesia yang dinamai dengan nama seram. Misalnya pizza yang dinamai frankenstein pizza dan pizza lain bernama death eater.
Selain makanan, ada pertunjukkan tarian dan band setiap harinya. Restoran yang buka mulai pukul 17.00 Wita hingga pukul 00.00 Wita itu punya cabaret show sebagai pertunjukkan utama.
“Ada juga sesi anak yang menampilkan drama tari dengan penarinya memakai kostum karakter Disney. Ada Elsa dari film Frozen atau Captain Hook dari film animasi Peterpan,” jelasnya.
“Sesi anak dimulai pukul 18.30 Wita dan pukul 19.30 Wita setiap hari,” imbuhnya.
Belum selesai, pengunjung juga dapat bersenang-senang dengan dandanan horor. Ada jasa riasan horor atau riasan berupa efek bekas luka sayat yang dapat diaplikasikan di wajah atau tangan dan dibanderol seharga Rp 100 ribu hingga Rp 250 ribu.
Ayla, salah seorang pengunjung asal Australia, menuturkan sangat menikmati waktu senggangnya di restoran yang sudah buka di Bali sejak 11 tahun lalu itu. Dia mengaku suka dengan penampilan penari hip hop yang jadi pertunjukan utama di Frankenstein Laboratory.
“Saya suka tariannya dan dandanan zombie mereka. Tapi menurut saya tarian mereka lebih bagus,” kata Ayla.







