Musim Kemarau 2026 di Bali Diprediksi Datang Lebih Awal

Posted on

Denpasar

Musim kemarau pada 2026 diprediksi datang lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar memprediksi awal musim kemarau di Bali sudah mulai pada awal Maret hingga Mei 2026 yang tersebar di 20 zona musim (ZOM).

“Jika dibandingkan dengan rata-rata periode tahun 1991 sampai 2020, sebagian besar wilayah Bali diprediksi mengalami awal musim kemarau lebih cepat dari biasanya,” ujar Kepala Balai BMKG Denpasar, Cahyo Nugroho, saat konferensi pers, Kamis (12/3/2026).

Staf analisis Stasiun Klimatologi Jembrana, Rai Budi Samantu, menjelaskan prediksi musim kemarau tahun ini datang lebih cepat berdasarkan hasil analisis data curah hujan dari puluhan titik pengamatan di Bali.

Menurut Samantu, data diperoleh dari 107 pos hujan yang tersebar di berbagai kabupaten di Bali. Analisis itu menghasilkan data curah hujan, kemudian dianalisis menggunakan pola iklim 30 tahun terakhir, yakni periode normal 1991 hingga 2020.

“Dari analisis tersebut, Bali dibagi menjadi 20 zona musim (ZOM) dengan karakteristik curah hujan yang berbeda,” imbuh Samantu.

Musim kemarau tahun ini datang lebih cepat akibat curah hujan menurun dari biasanya. Kondisi ini dipengaruhi oleh perubahan arah angin serta suhu permukaan laut yang lebih dingin dari kondisi normal sehingga proses penguapan air berkurang dan pembentukan awan hujan menjadi lebih sedikit.

Diketahui, curah hujan pada tahun ini diperkirakan lebih kering dari biasanya. Berdasarkan data Balai BMKG Denpasar, sebanyak 18 dari 20 zona musim atau sekitar 90% di Bali akan mengalami curah hujan di bawah normal. Walhasil, jumlah hujan yang turun diperkirakan akan lebih sedikit dari rata-rata biasanya.

Balai BMKG Denpasar memprediksi puncak musim kemarau di Bali akan terjadi pada Agustus 2026. Masyarakat diimbau dengan kemungkinan kekurangan air.

“Sebagian besar wilayah Bali diprediksi mengalami kemarau yang lebih kering sehingga masyarakat perlu memulai mengantisipasi kemungkinan kekurangan air,” kata Samantu.

Urutan Wilayah Masuk Musim Kemarau 2026 di Bali

1. Paling Awal Maret 2026

Maret Desirian I (1-10 Maret)
– Pulau Nusa Penida

Maret Desirian II (11-20 Maret)
– Gianyar bagian selatan
– Klungkung bagian selatan
– Karangasem bagian selatan

2. April 2026

April Desirian I (1-10 April)
– Sebagian besar Jembrana
– Buleleng bagian barat, tengah, timur, dan utara
– Karangasem bagian tengah, timur, dan selatan
– Bangli bagian selatan
– Klungkung bagian utara
– Badung bagian selatan
– Gianyar bagian selatan
– Tabanan bagian selatan
– Denpasar

April Desirian II (11-20 April)
– Bangli bagian tengah

April Desirian III (21-30 April)
– Tabanan bagian tengah
– Gianyar bagian selatan
– Badung bagian tengah

3. Mei 2026

Mei Dasarian I (1-10 Mei 2026)

– Jembrana bagian timur
– Tabanan bagian barat, utara, dan tengah
– Buleleng bagian tengah, selatan, dan tengara
– Badung bagian utara dan tengah
– Bangli bagian utara, tengah, dan selatan
– Karangasem bagian barat
– Gianyar bagian tengah

Mei Dasarian II (10-20 Mei 2026)
– Buleleng bagian selatan
– Tabanan bagian utara
– Badung bagian utara
– Gianyar bagian utara
– Bangli bagian tengah