Muncul Bibit Siklon Dekat NTB, BPBD Mataram Minta Warga Jauhi Pesisir

Posted on

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mataram mengimbau kepada seluruh warga maupun wisatawan untuk menjauhi area pesisir selama sepekan ke depan. Imbauan ini disampaikan seusai menerima informasi adanya bibit siklon tropis 96S dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM).

“Potensi dari bibit siklon tropis itu mulai dari angin kencang, hujan angin, itu yang perlu diwaspadai,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Mataram, Muzaki, saat dikonfirmasi, Kamis (1/1/2026).

Menurut Muzaki, bibit siklon tropis ini menyasar area pesisir, tak terkecuali di 9 kilometer (km) garis pantai Mataram dan Lombok bagian selatan.

“Daerah pesisir, seperti Ampenan berpotensi untuk itu, makanya ini perlu kita waspadai. Kami bersama lurah dan para camat sudah berulang kali mengimbau agar selalu siap siaga. Jangan sampai kita terlena dan abai. (Sesuai) imbauan Pak Wali, kita diminta untuk di rumah saja, sebaiknya (daripada main di pantai),” terang Muzaki.

Di sisi lain, BMKG mengeluarkan peringatan dini banjir rob untuk wilayah pesisir Lombok dan Bima untuk periode 1-8 Januari 2025. BMKG memprediksi hujan sedang dengan kecepatan angin barat daya hingga barat laut 5-20 knots di pesisir Lombok. Sementara untuk ketinggian gelombang diprediksi mencapai 2,5 meter.

Adapun beberapa wilayah di pesisir Lombok yang berpotensi terdampak banjir rob, antara lain Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, dan Labuan Lombok.

“Dengan adanya fenomena tersebut, masyarakat di sekitar pesisir Lombok dan Bima, bantaran sungai serta daerah yang lebih rendah diimbau tetap waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang air laut maksimum seperti adanya banjir rob,” kata Kepala Stasiun Meteorologi ZAM, Satria Topan Primadi, melalui siaran pers.

Diberitakan sebelumnya, bibit siklon tropis baru yang diberi nama 96S terbentuk di Samudra Hindia sebelah selatan NTB, Kamis (25/12/2025) dini hari. Bibit siklon tropis tersebut berpotensi memicu cuaca ekstrem di wilayah Bali dan nusa tenggara (nusra).

Pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan kecepatan angin maksimumnya 15 knot (28 km/jam) dengan tekanan udara minimum 1003 hPa. Pengamatan citra satelit terakhir menunjukkan adanya pertumbuhan awan konvektif di sekitar pusat sirkulasi, tetapi masih belum terorganisasi dengan baik dan masih sporadis di sebelah utara pusat sistem.

“Berdasarkan prediksi BMKG, dalam 24 jam ke depan, sistem ini cenderung persisten dan akan mengalami sedikit peningkatan kecepatan angin pada 24-48 jam ke depan ditandai dengan sirkulasi yang makin tertutup dengan kecepatan angin maksimum mencapai 20 knot, terutama di utara pusat sirkulasi dengan arah pergerakan ke arah timur-tenggara,” ujar BMKG dilansir dari infoNews.