Jumlah armada Dinas Sosial (Dinsos) Mataram cukup memprihatinkan. Pasalnya, setiap razia, Dinsos Mataram hanya menggunakan satu armada untuk mengamankan anak jalanan (anjal), gelandangan dan pengemis (gepeng) hingga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
“Mobil operasional kami hanya satu, harusnya sih (idealnya) minimal dua,” kata Pekerja Sosial Ahli Muda Dinsos Mataram, Lalu M Aulia Husnurrido, saat dikonfirmasi, Minggu (11/1/2026).
Pria yang akrab disapa Rido itu mengungkapkan untuk jenis kendaraan pengamanan, Dinsos Mataram membutuhkan armada jenis bak terbuka. Namun, armada yang dimiliki Dinsos Mataram saat ini hanya berupa mobil tertutup.
“Minimal harus ada bak terbuka, seperti punya Satpol PP,” jelas Aulia.
Rido menuturkan jumlah titik rawan mengumpulnya anjal hingga gepeng di Mataram sangatlah banyak. Dinsos Mataram keteteran untuk mengawal semua lokasi rawan tersebut.
“Soalnya satgas kami nggak terlalu banyak, ada sekitar 63 satgas. Itu pun dibagi tiga sif. Dan idealnya untuk memantau seluruh simpang di jalan saja harus sekitar 120 orang,” tutur Rido.
Diberitakan sebelumnya, Dinas Sosial (Dinsos) Mataram memetakan titik-titik rawan anak jalanan (anjal) hingga gelandangan dan pengemis (gepeng). Ada sebanyak 10 titik yang tengah disasar Dinsos Mataram.
Titik-titik rawan itu adalah Jalan Airlangga, Kampus AMM, simpang Bank Indonesia, simpang Tanak Aji, simpang Pizza Hut, simpang RSUD Moh Ruslan, simpang perbatasan Mataram dengan Lombok Barat, Panerage, Sweta hingga Sayang-sayang.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
