Pantai Sunrise Land Lombok di Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi salah satu pilihan warga untuk camping saat malam tahun baru.
Pantauan infoBali, sejumlah pengunjung mulai berdatangan sejak pukul 18.30 Wita. Mereka tampak mulai mendirikan tenda di pinggir pantai untuk camping. Sebagian juga terlihat membawa aneka makanan serta peralatan grill untuk mengisi malam pergantian tahun baru bersama kerabat hingga sanak saudara.
Tika Citra Lestari (24), salah seorang pengunjung asal Selong, mengatakan telah melakukan persiapan sejak pagi, dari menyiapkan peralatan hingga logistik, untuk camping kala malam pergantian tahun di Pantai Sunrise Land Lombok.
“Tadi pagi belanja ke pasar beli sayuran dan daging untuk nge-grill, tenda juga saya bawa dari rumah. Sama teman-teman kami ada lima orang, rencana kami nginep nge-camp, tadi sore jam 5 sampai di sini,” ujar Tika kepada infoBali, Rabu (31/12/2025) malam.
Tika baru pertama kali merayakan malam tahun baru di pantai. Malam tahun baru sebelumnya ia rayakan di rumah atau gunung.
“Lebih sering di rumah, kadang juga di gunung, tetapi karena lagi musim hujan, makanya kami memilih pantai, setidaknya kalau hujan datang tidak terlalu dingin,” ucap Tika.
Qori Bayyinturrosyi, pengelola Pantai Sunrise Land Lombok, mengatakan telah melakukan beberapa persiapan untuk menyambut lonjakan kunjungan pada malam tahun baru, mulai dari menambah petugas jaga, menyiapkan tenda, serta menambah penerangan.
“Petugas jaga kami tambah dari warga sekitar sini, begitu juga tenda dan peralatan camping lainnya kami siapkan. Kami juga menambah penerangan supaya pengunjung aman dan nyaman,” terang Qori.
Kunjungan di Pantai Sunrise Land Lombok, terang Qori, lumayan ramai pada malam tahun baru. Data yang dipegang Qori, ada 974 orang yang berkunjung.
“Hampir seribu orang, ini saja sampai pukul 20.30, sudah 974 orang, bisa saja nanti akan angkanya akan terus bertambah,” beber Qori.
Pengunjung Pantai Sunrise Land Lombok tidak diperkenankan membawa minuman keras (miras) dan berbuat asusila. Larangan itu diberlakukan untuk menjaga ketertiban dan kenyaman menyambut malam tahun baru.
“Bagi pengunjung yang mau bawa kembang api kami bebaskan, asalkan untuk miras dan berbuat asusila, sudah itu sudah menjadi SOP kami di sini, tidak diperbolehkan dalam situasi apa pun,” jelas Qori.
Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram tidak menggelar pesta pergantian tahun yang biasanya dirayakan dengan kembang api. Pemkot Mataram menggelar zikir dan doa bersama pada pergantian tahun kali ini.
“Mudah-mudahan Mataram tetap sejuk, tenang, damai (menuju pergantian tahun),” kata Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, saat menutup zikir dan doa bersama di Pendopo Wali Kota, Rabu (31/12/2025) malam.
Seperti diketahui, Mataram tidak menggelar perayaan tahun baru seperti beberapa tahun sebelumnya sebagai bentuk keprihatinan pada sejumlah daerah yang terkena musibah, salah satunya Sumatera.
Pantauan infoBali, seusai menggelar zikir dan doa bersama, jajaran Pemkot Mataram turun ke sejumlah titik guna memastikan keamanan jelang pergantian tahun.
“Saya minta seluruh personel untuk melaksanakan tugasnya sebaik-baiknya, (saya minta) supaya (titik-titik kemacetan ini) dipantau dengan baik. Meski tidak ada kegiatan hiburan dan sebagainya, masyarakat pasti (menggelar pergantian tahun) bersama keluarga di titik kumpul,” ujar Mohan.
“Saya berharap (para personel yang turun ke titik-titik kemacetan) bisa menjaga keamanan dan saling mengingatkan agar dalam proses kegiatan bisa terkendali dengan baik,” sambung Mohan.
Kapolresta Mataram, Kombes Hendro Purwoko, mengatakan pengaturan arus lalu lintas menjadi konsentrasi malam pergantian tahun baru.
“Kita konsentrasi pada pengaturan arus lalin. Pengaturan arus lalu lintas kita sudah tempatkan personel di titik-titik simpang yang menjadi prioritas,” ungkap Hendro, Rabu (31/12/2025) malam.
Pantauan infoBali, belum ada kemacetan yang terjadi hingga pukul 20.30 Wita. Jika terjadi kemacetan, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan pengalihan arus.
“Tentunya kami akan melihat situasi. Apabila kami perlu rekayasa lalu lintas, maka kami akan lakukan rekayasa. Apabila tidak, kami tetap lakukan seperti biasa,” terang Hendro.
Selain pengamanan arus lalu lintas, pengamanan berupa penyekatan juga difokuskan di sejumlah titik masuk Mataram. Penyekatan ini, lanjut Hendro, dalam rangka menertibkan kendaraan yang menggunakan knalpot brong hingga kendaraan yang bukan peruntukannya.
“Seperti, menggunakan kendaraan bak terbuka untuk mengangkut manusia, itu kami larang. Kemudian, penggunaan knalpot brong dan juga apabila ada konvoi di jalan,” terang Hendro.
“Terakhir, kalau ada musik jalanan yang mungkin sangat mengganggu masyarakat. Mengingat beberapa waktu lalu, beberapa kali kita mendapatkan masukan dari masyarakat kaitan dengan musik jalanan yang kurang bersahabat di telinga sehingga ini memicu suatu konflik, dan itu harus kita atasi,” tutur Hendro.
Zikir dan Doa Bersama di Pergantian Tahun
Konsentrasi Pengamanan Lalin
Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram tidak menggelar pesta pergantian tahun yang biasanya dirayakan dengan kembang api. Pemkot Mataram menggelar zikir dan doa bersama pada pergantian tahun kali ini.
“Mudah-mudahan Mataram tetap sejuk, tenang, damai (menuju pergantian tahun),” kata Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, saat menutup zikir dan doa bersama di Pendopo Wali Kota, Rabu (31/12/2025) malam.
Seperti diketahui, Mataram tidak menggelar perayaan tahun baru seperti beberapa tahun sebelumnya sebagai bentuk keprihatinan pada sejumlah daerah yang terkena musibah, salah satunya Sumatera.
Pantauan infoBali, seusai menggelar zikir dan doa bersama, jajaran Pemkot Mataram turun ke sejumlah titik guna memastikan keamanan jelang pergantian tahun.
“Saya minta seluruh personel untuk melaksanakan tugasnya sebaik-baiknya, (saya minta) supaya (titik-titik kemacetan ini) dipantau dengan baik. Meski tidak ada kegiatan hiburan dan sebagainya, masyarakat pasti (menggelar pergantian tahun) bersama keluarga di titik kumpul,” ujar Mohan.
“Saya berharap (para personel yang turun ke titik-titik kemacetan) bisa menjaga keamanan dan saling mengingatkan agar dalam proses kegiatan bisa terkendali dengan baik,” sambung Mohan.
Zikir dan Doa Bersama di Pergantian Tahun
Kapolresta Mataram, Kombes Hendro Purwoko, mengatakan pengaturan arus lalu lintas menjadi konsentrasi malam pergantian tahun baru.
“Kita konsentrasi pada pengaturan arus lalin. Pengaturan arus lalu lintas kita sudah tempatkan personel di titik-titik simpang yang menjadi prioritas,” ungkap Hendro, Rabu (31/12/2025) malam.
Pantauan infoBali, belum ada kemacetan yang terjadi hingga pukul 20.30 Wita. Jika terjadi kemacetan, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan pengalihan arus.
“Tentunya kami akan melihat situasi. Apabila kami perlu rekayasa lalu lintas, maka kami akan lakukan rekayasa. Apabila tidak, kami tetap lakukan seperti biasa,” terang Hendro.
Selain pengamanan arus lalu lintas, pengamanan berupa penyekatan juga difokuskan di sejumlah titik masuk Mataram. Penyekatan ini, lanjut Hendro, dalam rangka menertibkan kendaraan yang menggunakan knalpot brong hingga kendaraan yang bukan peruntukannya.
“Seperti, menggunakan kendaraan bak terbuka untuk mengangkut manusia, itu kami larang. Kemudian, penggunaan knalpot brong dan juga apabila ada konvoi di jalan,” terang Hendro.
“Terakhir, kalau ada musik jalanan yang mungkin sangat mengganggu masyarakat. Mengingat beberapa waktu lalu, beberapa kali kita mendapatkan masukan dari masyarakat kaitan dengan musik jalanan yang kurang bersahabat di telinga sehingga ini memicu suatu konflik, dan itu harus kita atasi,” tutur Hendro.
