Badung –
Program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) segera direalisasikan di Bali. Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, menyampaikan bahwa groundbreaking PSEL dijadwalkan berlangsung pada Maret 2026.
“PSEL Maret, Maret akan groundbreaking,” ujar Hanif dalam kunjungan kerjanya di Pantai Kedonganan, Jumat (6/1/2026).
Terdapat 13 wilayah yang menjadi prioritas pembangunan PSEL. Gelombang pertama akan dimulai di Bali, tepatnya di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung dalam satu aglomerasi. Selanjutnya, proyek serupa akan dibangun di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kabupaten dan Kota Bekasi, serta Kabupaten dan Kota Bogor dalam skema aglomerasi.
Sedangkan, enam wilayah lainnya masih dalam proses pengadaan barang dan jasa yang diproyeksikan selesai sekitar November.
Hanif menambahkan pemerintah juga akan menginventarisasi kabupaten/kota atau aglomerasi dengan timbulan sampah 600-1.000 ton per hari untuk diusulkan sebagai lokasi PSEL tahap berikutnya.
“Sesuai dengan perkembangan hasil Rakortas kemarin, kita akan segera mengidentifikasi yang sampahnya 600 sampai 1.000 (ton). Kalau yang PSEL tahap awal ini yang 1.000 ton per day,” katanya.
Berdasarkan perhitungan pemerintah, terdapat potensi sekitar 25 kabupaten/kota atau aglomerasi dengan timbulan sampah 600-1.000 ton per hari.
“Berdasarkan karakteristik pembuangan sampah di nasional, ada potensi 25 kabupaten/kota atau aglomerasi-nya. Jadi yang ini tadi ada 13, yang 600 sampai 1.000 sekitar ada 25. Kita akan dorong terus,” ucapnya.
Hanif juga menyebut teknologi telah disiapkan melalui kerja sama dengan Kementerian Dikti Saintek dan BRIN, sementara regulasi telah diterbitkan oleh Kementerian ESDM.
“Kemarin sudah rapat dengan Menteri Dikti Saintek dan BRIN, Pak Brian dan Pak Arif, teknologi-nya sudah disiapin. Kemudian regulasinya sudah dikeluarkan oleh Menteri ESDM, kita tinggal mengoperasionalkan,” imbuhnya.
Pendanaan PSEL sedang dikerjasamakan dengan Bappenas, Kementerian PUPR, KLHK, dan Kemendagri. Untuk tahun 2026, target RPJMN pengelolaan sampah nasional adalah 63 persen. Saat ini capaian baru sekitar 24 persen.
“Tahun 2026 target yang diminta RPJMN adalah 63%. Hari ini kita baru 24%. Namun bilamana kita mampu mengaktifkan semua fasilitas yang ada di kabupaten/kota termasuk di Badung dan Denpasar ini, kita bisa naik sampai 57%,” tandas politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu.
