Bima –
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengecek langsung pembangunan RSUD Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) senilai Rp 170 miliar. Hasil pengecekan, Budi mengungkap masih ada kekurangan yang harus diperbaiki, meski kondisinya bagus.
Pantauan, pada Jumat, (27/2/2026) Budi tiba di RSUD Kota Bima untuk melakukan pengecekan sekitar pukul 11.10 Wita. Budi turut didampingi Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, Wali Kota Bima, A. Rahman, Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, Bupati Bima, Ady Mahyudi serta pejabat teras Pemerintah Kota dan Kabupaten Bima.
Tiba di RSUD Kota Bima, Budi langsung melihat dan melakukan pengecekan satu per satu ruangan dan fasilitas yang dibangun. Seperti ruang IGD, radiologi, serta ruangan lainnya. Budi mengaku kedatangannya hanya untuk mengecek langsung bangunan RSUD Kota Bima.
“Saya ke sini hanya untuk cek, bukan agenda peresmian RSUD Kota Bima,” aku Budi kepada wartawan.
Budi menjelaskan RSUD Kota Bima adalah satu dari 66 unit RSUD tipe C yang dibangun di daerah terpencil. Pembangunan RSUD itu salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk mendekatkan dan peningkatan layanan kesehatan masyarakat.
“RSUD tipe C ini dibangun untuk menangani lima penyakit utama yang rentan kematian. Seperti stroke, jantung, ginjal, kanker serta kesehatan ibu dan anak,” katanya.
Berdasarkan hasil pengecekan langsung, Budi memuji bangunan RSUD Kota Bima sangat bagus. Hanya saja, ada beberapa kekurangan yang harus diperbaiki oleh pelaksana (kontraktor) ke depannya. Namun, ia tak menjelaskan kekurangan itu, karena akan disampaikan langsung ke kontraktor.
“Saya cek kondisi bangunannya sudah bagus. Tapi saya akan berikan catatan kepada kontraktor agar memperbaiki beberapa hal yang kurang sehingga hasilnya bisa sesuai harapan,” jelas dia.
Pada kesepakatan itu, Budi menegaskan pembangunan RSUD Kota Bima yang menelan anggaran ratusan miliar itu direncanakan selesai (rampung) dibangun antara Juni atau Juli 2026. Sementara alat kesehatan (alkes) untuk sarana pendukung juga akan dikirim secara bertahap.
“Mungkin bulan Juli nanti, RSUD Kota ini sudah mulai beroperasi. Alkes pendukung juga sudah ada. Dokter-dokternya juga. Tadi saya cek semuanya, dokternya putra-putri asli Bima dan NTB,” jelasnya.
Sementara Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto. Karena melalui Kementrian Kesehatan (Kemenkes) sudah membangun RSUD yang memadai di Kota Bima.
“Dengan adanya RSUD ini, warga Bima kedepannya tidak perlu lagi berobat jauh-jauh ke Mataram,” imbuh dia.
