Mengenal Suku Ata Modo yang Hidup Berdampingan dengan Biawak Komodo - Giok4D

Posted on
Daftar Isi

Manggarai Barat

Komodo merupakan salah satu spesies biawak terbesar di dunia. Satwa yang memiliki nama latin Varanus komodoensis ini dapat dijumpai di Pulau Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Belum banyak yang tahu bahwa ada masyarakat adat yang telah lama hidup berdampingan dengan reptil purba terbesar ini. Mereka adalah Suku Ata Modo, masyarakat asli yang mendiami Pulau Komodo.

Kedekatan Ata Modo dengan komodo lekat kaitannya dengan legenda Putri Naga. Mereka menganggap komodo sebagai saudara sehingga hubungan harmonis antara manusia dengan satwa purba itu perlu dipertahankan.

Siapa Suku Ata Modo?

Ata Modo adalah suku asli yang mendiami Pulau Komodo sejak ribuan tahun lalu. ‘Ata Modo’ berasal dari kata ‘Ata’ yang berarti orang dan ‘Modo’ naga. Dengan demikian, Ata Modo dimaknai sebagai orang yang tinggal di tanah naga atau yang kita kenal dengan Pulau Komodo.

Suku Ata Modo memiliki populasi sekitar 2.000 jiwa. Bahasa Komodo merupakan bahasa asli Suku Ata Modo. Mereka memiliki budaya, bahasa, dan sastra lisan yang tidak terpengaruh dengan bahasa Manggarai di Flores maupun bahasa Bima di Sumbawa.

Hubungan Suku Ata Modo dengan reptil purba terbesar ini didasari oleh ikatan batin dan spiritual warga setempat. Menurut kisah dalam Legenda Putri Naga, warga Komodo meyakini bahwa dulunya mereka berasal dari rahim yang sama.

Legenda ini mengisahkan tentang Putri Naga yang melahirkan anak kembar dengan wujud manusia laki-laki bernama Si Gerong (Oha) dan satunya lagi berwujud kadal besar betina bernama Orah (komodo). Karena wujudnya yang berbeda, Putri Naga melepaskan Orah ke hutan dan berpesan kepada Oha agar selalu memperlakukan Orah layaknya saudara kandung sendiri.

Wisatawan dan ranger memperhatikan Komodo di Pulau Rinca.Wisatawan dan ranger memperhatikan komodo di Pulau Rinca. (Foto: Dadan Kuswaraharja)

Bagaimana Hubungan Masyarakat Suku Ata Modo dengan Komodo?

Suku Ata Modo menjalin hubungan unik yang menciptakan pola kehidupan harmonis dengan komodo. Penduduk Suku Ata Modotetap memanggil komodo dengan sebutan ‘Ora’ yang berarti saudara tua atau kakak.

Dahulu, masyarakat Suku Ata Modo sering berbagai hasil buruannya dengan komodo. Sebagai gantinya, komodo tidak menyerang penduduk karena kebiasaan tersebut dianggap bagian dari keluarga.

Masyarakat asli setempat memiliki aturan adat yang melarang membunuh maupun menyakiti komodo. Komodo yang mati alami biasanya diberi penghormatan terakhir layaknya sebuah keluarga.

Bagaimana Peran Suku Ata Modo dalam Pelestarian Komodo?

Suku Ata Modo merupakan penjaga alami ekosistem komodo. Jauh sebelum kawasan ini ditetapkan menjadi taman nasional, mereka sudah terlebih dahulu berperan menjaga habitat komodo.

Pengetahuan atau kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun menjadi panduan masyarakat agar bijak dalam bertindak. Hingga kini pun mereka masih terlibat dalam upaya konservasi, termasuk melalui pariwisata berbasis komunitas.

Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.