Jakarta –
Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) mempublikasikan jutaan halaman dokumen baru terkait terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Kasus ini telah menggemparkan dunia karena telah menyeret nama-nama tokoh terkemuka di dalam dokumen itu.
Beberapa dokumen yang dirilis telah mengungkapkan koleksi properti milik Epstein, salah satunya di New York, AS. Tak sekadar dijadikan tempat tinggal, rumah tersebut disinyalir jadi lokasi Epstein melakukan kejahatan seksualnya.
Dilansir dari detikProperti, kediaman Epstein di New York berada di 9 East 71st Street, Manhattan. Rumah dengan tujuh lantai itu terletak di jantung kota New York dan punya harga fantastis.
Awalnya rumah itu dibangun untuk pewaris Macy’s, Herbert Straus pada 1930-an. Rumah itu lalu dibeli oleh taipan ritel bernama Leslie Wexner pada 1989. Sebagai informasi, Wexner merupakan klien utama dari mitra bisnis Epstein selama beberapa dekade terakhir.
Wexner menjual properti itu ke Maple Inc, sebuah perusahaan yang berbasis di Kepulauan Virgin AS yang dimiliki oleh Epstein, pada 2011.
Rumah bergaya Neo Klasik itu memang terlihat biasa saja dari luar, tapi jika masuk ke dalamnya, terdapat penuh dengan teka-teki dan bikin bulu kuduk merinding.
Laporan The Wall Street Journal soal rumah Epstein di New York, terdapat sejumlah foto mengenai interior hunian tersebut. Salah satu yang menarik perhatian adalah sebuah patung wanita menggunakan gaun pengantin tengah memanjat tali.
Patung itu digantung di tengah-tengah atrium rumahnya sehingga menjadi pusat perhatian. Patung tersebut ukurannya cukup besar dan tampak tidak memiliki bola mata.
Bergeser ke ruangan lain, terdapat empat buah kursi dan meja kecil yang terletak di bawah tangga. Dinding ruangan itu dilapisi dengan cat putih, sedangkan tangganya menggunakan bahan kayu yang dilapisi cat berwarna cokelat tua.
Di bawah tangga terdapat sebuah meja dan dihiasi beberapa karya seni. Menariknya, ada dua buah patung berwarna putih yang memiliki wujud seperti manusia.
Terdapat ruang makan yang cukup besar di lantai dasar rumah Epstein. Ruang makan ini kerap digunakan olehnya untuk menjamu para tamu spesial, seperti politikus, pebisnis, hingga selebriti.
Pada ruangan lainnya, terdapat sebuah meja berukuran cukup besar yang diduga menjadi tempat kerja Epstein. Lalu ada sejumlah kursi yang bermotif kulit macan, serta terdapat sebuah sofa berwarna merah.
Lalu, pada sebuah ruangan terdapat berbagai foto Epstein dengan sejumlah tokoh ternama, mulai dari Elon Musk, Fidel Castro, Mick Jagger, Mantan Presiden AS Bill Clinton, dan Presiden AS saat ini Donald Trump.
Rumah Epstein di New York juga memiliki ruangan spa dan pijat yang tampak menyeramkan. Bagaimana tidak, terdapat sebuah foto berukuran besar yang menampilkan seorang wanita tengah. Foto itu dipajang di dinding ruangan.
Dalam laporan tersebut mengatakan Epstein sering mengajak para gadis untuk datang ke rumahnya. Para perempuan itu direkrut dari sejumlah SMP di Queens yang ditugaskan untuk memijat tubuh Epstein, tapi mereka harus melepas seluruh busananya.
Meski banyak ruang yang didesain aneh dan penuh misteri, tapi tidak dengan kamar tidur Epstein. Di ruangan ini terlihat begitu nyaman dengan palet warna biru tua dan putih yang terasa cocok.
Pada dinding kamar tidur menggunakan wallcovering dengan motif bunga yang berkelir biru sehingga terasa hangat. Lalu ada juga dua meja kecil, dua lampu tidur, dan lemari di kamar tersebut.
Terdapat jendela besar di sisi kiri kamar tidur, lalu terlihat menggunakan gorden berwarna putih dan biru tua. Untuk lantai kamar tidurnya sendiri juga memadukan antara kelir putih dan biru agar dibuat senada.
Bahkan, lampu gantung yang terdapat di kamar tidur Epstein juga menggunakan warna biru. Hanya saja kasur, bantal, dan seprai miliknya tetap berwarna putih bersih.
Jaksa federal AS pada persidangan Epstein di 2019 menduga rumah tersebut dijadikan sebagai tempat persembunyian perempuan di bawah umur yang jumlahnya mencapai puluhan orang.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
Pasca kematian Epstein di sel penjara Manhattan pada 2019, properti mewah itu akhirnya dijual pada 2021 dengan harga US$ 51 juta atau sekitar Rp 855 miliar (kurs Rp 16.761). Seluruh hasil penjualan rumah lalu diberikan kepada korban Epstein sebagai bentuk uang kompensasi.
detikProperti. Baca selengkapnya di sini!
