Memanas, Israel-AS Targetkan Serang Gedung Badan Pemilih Penerus Khamenei

Posted on

Denpasar

Israel dan Amerika Serikat (AS) menargetkan serangan ke gedung Majelis Pakar Iran. Lembaga itu merupakan badan yang bertanggung jawab untuk mengawasi pemilihan pemimpin tertinggi yang berada di Kota Qom, Iran.

Dilansir dari, kantor berita Mehr juga melaporkan serangan udara yang menghantam daerah-daerah di dekat Lapangan Revolusi Teheran. Belum ada penjelasan mengenai dampak dari serangan ke gedung Majelis Pakar tersebut.

Iran sendiri telah kehilangan pemimpin tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei, akibat gempuran militer AS dan Israel pada Sabtu (28/2). Majelis Pakar, yang gedungnya diserang itu, bakal memilih penerus Khamenei.

Lembaga ini terdiri atas 88 ulama yang secara formal dipilih rakyat setiap delapan tahun. Dalam praktiknya, hanya ulama yang dianggap paling loyal kepada Republik Islam yang diizinkan mencalonkan diri. Karena itu, mayoritas anggota majelis saat ini merupakan ulama garis keras seperti Ayatollah Khamenei.

Konstitusi Iran juga mengatur, majelis tersebut harus memilih Pemimpin Tertinggi yang baru secepatnya. Khamenei sendiri dipilih pada hari yang sama ketika Ruhollah Ayatollah Khomeini wafat pada 1989.

Namun, menghimpun seluruh anggota dengan cepat ketika Iran sedang diserang AS dan Israel dinilai akan sulit karena alasan keamanan. Untuk sementara waktu, tugas-tugas Pemimpin Tertinggi diambil alih oleh presiden, ketua lembaga kehakiman, serta seorang ulama anggota Dewan Garda yang berpengaruh.

Sebelumnya, AS dan Israel dilaporkan terus melancarkan serangan ke Iran. Bahkan, ratusan warga Iran memutuskan mengungsi ke Pakistan.

BBC melaporkan setidaknya ada 300 warga Iran yang tiba di Pakistan, tepatnya di Provinsi Balochistan pada Selasa (3/3). Provinsi ini berbatasan dengan Iran.

Balochistan merupakan salah satu wilayah yang bergejolak. Wilayah ini menjadi rumah bagi kelompok-kelompok separatis yang melakukan pemberontakan selama beberapa dekade.

. Baca selengkapnya di sini!