Meksiko Chaos Usai Kematian Bos Kartel, Puluhan Tentara-Anggota Geng Tewas

Posted on

Denpasar

Pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG), Nemesio ‘El Mencho’ Oseguera, tewas dalam operasi militer Meksiko. Kematian gembong narkoba itu memicu gelombang kekerasan yang mencekam di sejumlah wilayah Negeri Sombrero.

Dilansir dari , Selasa (24/2/2026), pria berusia 59 tahun itu terluka dalam baku tembak dengan tentara di kota Tapalpa, negara bagian Jalisco, pada Minggu. Ia meninggal saat diterbangkan ke Mexico City.

Dalam operasi tersebut, delapan tersangka anggota kartel tewas dan tiga tentara terluka. Menteri Pertahanan Ricardo Trevilla menyebut penindakan dilakukan oleh pasukan khusus untuk menangkap Oseguera.

Berdasarkan pernyataan otoritas setempat, operasi itu dilakukan dengan ‘informasi tambahan’ dari otoritas Amerika Serikat. Laporan Reuters menyebut Satuan Tugas Gabungan Antarlembaga-Penangkal Kartel yang melibatkan sejumlah lembaga pemerintah AS dan dipimpin militer AS, menyusun target terperinci untuk Oseguera dan memberikannya kepada pemerintah Meksiko.

Oseguera merupakan salah satu gembong narkoba terbesar yang berhasil ditangkap atau dilumpuhkan sejak penangkapan pendiri kartel Sinaloa, Joaquin ‘El Chapo’ Guzman dan Ismael Zambada, yang kini menjalani hukuman di Amerika Serikat. Sebelum tewas, ia memiliki hadiah buronan sebesar 15 juta dolar AS dari AS.

Kekerasan Meluas

Kabar kematian El Mencho memicu aksi balasan dari anggota kartel. Para pria bersenjata memblokir lebih dari 20 jalan di Jalisco, termasuk di Tapalpa, dengan membakar mobil dan truk.

Kekerasan kemudian menyebar ke sedikitnya 20 negara bagian. Kendaraan dan sejumlah bisnis dibakar, sementara jalan raya diblokir.

Menteri Keamanan Omar Garcia Harfuch mengatakan sedikitnya 25 anggota Garda Nasional tewas dalam bentrokan susulan. Ia menambahkan seorang penjaga penjara, seorang anggota kantor kejaksaan negara bagian, serta 30 tersangka anggota organisasi kriminal Oseguera juga tewas.

Dua puluh lima tentara Meksiko dilaporkan tewas dalam bentrokan dengan anggota kartel usai kematian Oseguera. Sebanyak 30 anggota geng narkoba juga dilaporkan tewas.

Gubernur Jalisco Pablo Lemus Navarro menetapkan keadaan darurat ‘kode merah’, menangguhkan transportasi umum, dan mengimbau warga tetap berada di rumah. Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum meminta masyarakat tetap tenang dan menyatakan pemerintah pusat berkoordinasi dengan otoritas negara bagian.

Pemerintah juga mengirimkan 2.500 tentara tambahan ke Jalisco, yang dijadwalkan menjadi tuan rumah empat pertandingan Piala Dunia sepak bola musim panas ini.

Penerbangan Dibatalkan

Blokade jalan turut berdampak pada operasional penerbangan. Sejumlah penerbangan domestik dan internasional dibatalkan di Guadalajara dan Puerto Vallarta.

Maskapai AS seperti United, American, Southwest, dan Alaska membatalkan penerbangan ke sejumlah wilayah Meksiko pada Minggu. Maskapai Kanada Air Canada serta WestJet/Sunwing juga mengumumkan pembatalan penerbangan ke Puerto Vallarta, Guadalajara, dan Manzanillo.

Beberapa pesawat bahkan terpaksa berbalik arah saat sudah mengudara menuju Meksiko, termasuk Southwest yang membatalkan empat penerbangan ke Puerto Vallarta. Southwest menyatakan akan mengirim pesawat untuk memulangkan penumpang dan staf yang terlantar setelah situasi kembali normal.

Warga Ketakutan

Jalan-jalan di ibu kota negara bagian Jalisco, Guadalajara, hampir kosong pada Senin. Sekolah, toko, apotek, dan pom bensin tutup. Seluruh acara yang melibatkan banyak orang dibatalkan dan transportasi umum dihentikan.

Warga yang ketakutan bersembunyi, sementara wisatawan berlindung di hotel dan resor saat anggota kartel mengamuk. Kekerasan juga melanda kota wisata Puerto Vallarta dan menyebar ke negara bagian Michoacan yang bertetangga.

Maria Medina, yang bekerja di sebuah pom bensin yang dibakar pada Minggu, mengatakan orang-orang bersenjata datang dan memerintahkan semua orang keluar.

“Saya pikir mereka akan menculik kami. Saya lari ke warung taco untuk berlindung bersama orang-orang di sana,” kata Medina kepada AFP.

Presiden AS Donald Trump belum memberikan tanggapan resmi atas tewasnya Oseguera. Namun, ia sempat menulis di platform Truth Social: “Meksiko harus meningkatkan upaya mereka dalam memerangi Kartel dan Narkoba!”

Meski situasi dilaporkan mulai mereda, Meksiko masih dalam keadaan siaga tinggi.