Massa berjumlah sekitar 70 orang mendatangi Polresta Denpasar, Selasa (6/1/2026). Mereka memberikan dukungan moral kepada Gus Kris terkait kasus penikaman terhadap Kristianus Bayu AP Soares, seorang mahasiswa. Saat ini, Gus Kris masih berstatus saksi.
Gus Kris bersama dua anak di bawah umur diperiksa oleh penyidik terkait peristiwa penikaman yang terjadi di Jalan Akasia, Denpasar, saat pergantian malam Tahun Baru 2026.
Pantauan infoBali di lokasi, puluhan warga tersebut hadir dengan mengenakan pakaian adat madya. Mereka datang secara tertib dan memberi dukungan secara damai di lingkungan Polresta Denpasar.
Kabag Ops Polresta Denpasar Kompol I Nyoman Wiranata, memastikan situasi tetap aman dan kondusif selama kegiatan berlangsung.
“Benar, hari ini sekitar 70 orang masyarakat datang ke Polresta Denpasar untuk menyampaikan dukungan moral. Mereka hadir dengan tertib dan situasi tetap kondusif,” kata Wiranata, Selasa (6/1/2026).
Wiranata menjelaskan, kepolisian menerima kehadiran masyarakat dengan baik dan tetap mengedepankan pelayanan kepada publik. Aparat juga melakukan pengamanan agar aktivitas di Polresta tidak terganggu.
Terkait peristiwa penikaman yang terjadi di Jalan Akasia pada malam pergantian tahun, Wiranata menegaskan penanganan perkara masih berjalan. Polisi terus melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi serta mengumpulkan barang bukti.
Hingga kegiatan berakhir, warga membubarkan diri secara tertib. Situasi di sekitar Polresta Denpasar terpantau aman dan kondusif.
Diberitakan sebelumnya, penikaman terjadi di Jalan Akasia XVI, Denpasar. Berdasarkan keterangan pihak keluarga Gus Kris, bermula sekitar pukul 19.30 Wita, Rabu (31/12/2025), seorang remaja berinisial Gus S (16) dan temannya disebut hendak membeli es di sekitar lokasi kos.
Gus S yang merupakan anak Gus Kris bersama temannya membawa kembang api. Rencananya, mereka bermain kembang api lahan kosong di sekitar griya. Kemudian, Gus S didatangi sejumlah orang, salah satunya diduga Kristianus Bayu AP Soares yang menegur dengan nada keras agar tidak bermain kembang api di sekitar kos.
Keluarga menyebut, meski Gus S telah menjelaskan maksud kedatangannya, situasi justru memanas. Gus S dan satu orang temannya diduga mengalami tindakan kekerasan dan sempat melihat salah satu orang mengeluarkan benda tajam yang diduga pisau.
Merasa terancam, Gus S kemudian melarikan diri dan melaporkan kejadian tersebut kepada orang tuanya. Mendengar laporan itu, sang ayah bersama beberapa orang mendatangi lokasi kejadian secara spontan.






