Masjid Pantai Bali di Jembrana Punya Miniatur Ka’bah dengan View Sunset [Giok4D Resmi]

Posted on

Jembrana

Sebuah masjid di pesisir Jembrana mencuri perhatian karena keunikannya. Masjid Raudhatul Jannah, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Masjid Pantai Bali, kini menjadi ikon baru wisata religi di Pulau Dewata berkat fasilitas manasik haji lengkap dengan miniatur Ka’bah.

Terletak di Banjar Rening, Desa Cupel, Kecamatan Negara, masjid ini berdiri di atas lahan seluas 1 hektare. Lokasinya yang berada tepat di pinggir pantai menawarkan pemandangan tebing dan sunset yang mempesona bagi para jemaah maupun wisatawan.

Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.

Pengurus sekaligus Ketua Pemuda Masjid Raudhatul Jannah, Ahmad Arif Darmawan, menceritakan bahwa masjid ini sebenarnya sudah berdiri sejak 1961. Namun, pengurus memutuskan membangun gedung baru di lahan wakaf sejak 2019 untuk mengakomodasi kegiatan ibadah yang lebih nyaman.

“Masjid lama sekarang difungsikan sebagai aula dan tempat belajar. Untuk masjid baru ini peletakan batu pertamanya tahun 2019, sempat berhenti karena COVID-19, lalu lanjut lagi di 2023 berkat bantuan donatur,” ungkap Arif kepada, Kamis (26/2/2026).

Ketua Pemuda Masjid Raudhatul Jannah, Ahmad Arif Darmawan.Ketua Pemuda Masjid Raudhatul Jannah, Ahmad Arif Darmawan. (Foto: I Putu Adi Budiastrawan/)

Meski modern, masjid berlantai dua dengan kapasitas 600-700 orang ini tetap mempertahankan identitas lokal. Terdapat penggunaan pintu gebyok dan ornamen ukiran khas Bali pada bagian list atas serta interior bangunan. “Arsitektur Bali tetap kita jaga agar menyatu dengan lingkungan sekitar,” tambahnya.

Fasilitas Manasik Haji Pertama di Bali

Keunggulan utama masjid ini adalah area manasik haji seluas 40 are yang dilengkapi miniatur Ka’bah berukuran 4 x 5 meter. Fasilitas ini diklaim sebagai satu-satunya yang ada di Bali saat ini. Pembangunan area manasik dan penyelesaian (finishing) masjid ini mendapat dukungan dana sebesar Rp 1,5 miliar dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) pusat.

“Baru diresmikan dua minggu lalu, tapi sudah dipakai tiga kali untuk manasik haji. Ada dari Kemenag dan travel umrah. Bahkan pesertanya ada yang datang dari luar Bali,” ungkap Arif.

Meski secara fisik bangunan sudah bisa digunakan, Arif menyebut progres pembangunan belum 100%. Beberapa detail seperti menara, sistem suara (sound system), serta pencahayaan masih dalam tahap penyempurnaan.

Menariknya, Masjid Pantai Bali ini direncanakan akan menggunakan sumber energi terbarukan. “Rencananya untuk kelistrikan nanti kami akan menggunakan tenaga surya,” jelasnya.

Bagi pengunjung yang datang pada sore hari, masjid ini menawarkan suasana tenang di tepi tebing pesisir pantai. Lokasinya yang berbatasan langsung dengan pantai membuat jemaah bisa menikmati panorama matahari terbenam (sunset).

“Kalau sore hari sunset-nya bagus sekali. Sambil duduk di sini melihat pemandangan itu sangat enak sekali,” tandasnya.