Mataram –
Badi membantah telah menelantarkan mantan istrinya Norida Akmal Ayob (45), seorang warga negara (WN) Malaysia. Sebelumnya, beredar di media sosial Badi yang merupakan warga Desa Ubung, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, itu telah menelantarkan Norida selama 18 tahun.
“Selama saya nikah 18 tahun itu nggak pernah saya telantarkan. Jadi, setelah saya cerai (tahun 2024) sekitar 1 tahun 8 bulan, itu pun masih saya yang bertanggung jawab selagi dia masih di sini,” kata Badi kepada, melalui WhatsApp (WA), Rabu (18/2/2026).
“Jadi, apa pun itu, masalah (kabar) telantarkan selama 18 tahun, itu bohong,” tegas Badi melanjutkan.
Badi mengaku sejak menikah pada 2005 silam, Norida tetap diberikan nafkah layaknya seorang istri pada umumnya. Badi menyebut keputusan Norida untuk tinggal di Lombok sejak menikah diambil melalui kesepakatan bersama.
“Selama dia masih di sini, tetap kami nafkahi. Memang dia yang ikut ke sini secara sah bukan ilegal,” ucap Badi.
Dia mengaku juga membuatkan Norida kartu tanda penduduk (KTP) di Kecamatan Jonggat. Hal itu dilakukan agar Norida bisa tetap tinggal di Bumi Gora menemani Badi dan dua anaknya.
“Saya bikinkan KTP supaya dia jadi warga Indonesia. Tapi sudah berarti jadi warga negara Indonesia yang sah waktu dapat KTP,” kata Badi.
Berselang 18 tahun menikah sejak 2005. Badi dan Norida resmi bercerai tahun 2024. Perceraian keduanya dilakukan secara baik-baik, tidak ada masalah berarti. Muncul isu lain yang menyebut Norida menjadi tukang sapu juga dibantah Badi.
“Itu nggak benar. Nggak pernah sama sekali dia jadi tukang sapu. Malah saya nggak kasih dia kerja selama dia hidup sama saya. Karena dia jaga anak saya dua,” ujarnya.
Satu anak Badi berjenis kelamin perempuan ikut bersama Norida pulang ke Malaysia. Keputusan itu telah disepakati oleh Badi.
“Anak yang cewek sekarang ikut sama dia. Jadi, selama hidup bersama nggak ada masalah, tetap harmonis,” ujarnya.
Badi mengaku pernah berjanji ke Norida akan mengantarkan pulang ke Malaysia setelah resmi bercerai. Akan tetapi, ada pihak keluarga yang tidak menerima rencana tersebut.
“Jadi saya kasih lah uang untuk pulang. Sebelum pulang tetap saya nafkahi walaupun sudah cerai. Kan setelah bercerai dia tinggal selama 8 bulan di rumah keluarga di sini,” tegas Badi.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Dia menjelaskan hubungannya dengan Norida masih baik. Bahkan, Badi kerap menghubungi Norida walau hanya menanyakan kabar.
“Tetap kami berkabar ya. Sejujurnya saya sedih dengan berita ini. Orang-orang kan belum tahu cerita yang sebenarnya seperti apa. Saya sedih dengar kabar ini,” tandas Badi.
Sebelumnya, Juru Bicara (Jubir) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) Ahsanul Khalik, juga membantah kabar penelantaran wanita Malaysia yang viral di kedua negara itu.
Menurut Aka, sapaannya, pemerintah NTB telah melakukan penelusuran ke Dusun Benjelo, Desa Ubung, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah tempat Norida sempat tinggal bersama mantan suaminya.
Berdasarkan keterangan Kepala Dusun Benjelo Agus, serta Kepala Desa Ubung Mastaal, Norida Akmal Ayob menikah pada tahun 2005 di Thailand dengan Badi, warga Dusun Benjelo, Desa Ubung.
Setelah menikah, Norida melahirkan anak pertama, Nurpatin Akmadiana, di Malaysia. Berselang dua tahun, Norida bersama suami dan anaknya kembali ke Lombok karena ayah Badi meninggal dunia tahun 2007 silam.
Norida dan Badi, memutuskan berangkat ke Sumatera untuk bekerja di perkebunan sawit. Pada 2008, Norida melahirkan anak kedua di Sumatera. Keluarga ini kemudian kembali menetap di Lombok sejak 2021, sementara Badi bekerja di bidang ekspedisi Lombok-Jawa.
“Anak-anak Norida mendapatkan pendidikan formal. Anak pertama menempuh pendidikan SMP di Sumatera dan melanjutkan SMA di SMA Negeri 2 Jonggat, sedangkan anak kedua menempuh pendidikan di SMP Negeri 3 Jonggat dan melanjutkan ke SMK Negeri 1 Jonggat,” kata Aka, Selasa (17/2/2026).





