Kupang –
Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili pada 2026 jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026. Tahun ini diperingati sebagai tahun Shio Kuda Api, yang dimaknai sebagai simbol energi, semangat, dan kebersamaan.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
Dalam tradisi Tionghoa, Shio Kuda memiliki banyak arti. Namun pada momentum Imlek 2026, makna yang paling relevan adalah pentingnya menjaga perdamaian serta memperkuat kebersamaan di tengah dinamika sosial yang terus bergerak.
Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Kupang, Fransisco Bessi, menyebut kuda sebagai simbol kekuatan, kecepatan, dan ketangguhan. Menurutnya, karakter tersebut mencerminkan semangat pantang menyerah yang patut diteladani.
“Kuda dikenal sebagai hewan yang kuat berlari, tidak ganas, dan bertenaga. Itu dipadukan dengan elemen api, maka energinya menjadi sangat kuat,” kata Fransisco, Senin (16/2/2026).
Ia menjelaskan, Shio Kuda Api dapat diimplementasikan dalam kehidupan sosial dengan memperkuat semangat menyatu dalam keberagaman, khususnya bagi Etnis Tionghoa yang hidup berdampingan dengan masyarakat lokal.
“Imlek ini momen keberagaman khusus Etnis Tionghoa yang ada di Kota Kupang, dan NTT pada umumnya. Saya selaku Ketua PSMTI Kota Kupang, berharap kebersamaan dan solidaritas solid yang selama ini terbangun dengan masyarakat lokal dapat terjaga dengan baik,” urainya.
Fransisco menegaskan, perayaan Imlek tidak boleh dimaknai secara eksklusif. Justru, momentum ini menjadi ruang kolaborasi dan kebersamaan dengan masyarakat lokal di Kota Kupang.
“Tidak ada lagi eksklusivitas, karena kita sudah lahir dan besar di Kupang, berbaur dengan masyarakat selama ini,” katanya.
Kolaborasi dan Kegiatan Sosial
Pada perayaan Tahun Baru Imlek 2026 ini, PSMTI NTT dan PSMTI Kota Kupang berkolaborasi dengan pemerintah daerah serta organisasi kemasyarakatan lainnya dalam menggelar berbagai kegiatan.
“Banyak kegiatan positif yang kami buat. Ini bukan kegiatan satu etnis saja, tetapi melibatkan seluruh lapisan masyarakat di Kota Kupang,” tandasnya.
Menurut Fransisco, pelibatan lintas elemen masyarakat bertujuan menanamkan nilai kasih serta semangat bergandengan tangan dalam membangun Kota Kupang.
“Kita akan buat Kupang lampion food street market 2026 yang berlangsung dari tanggal 6-8 Maret di Jalan El Tari, tepatnya depan Kantor Gubernur NTT,” terangnya.
Ia berharap, makna Shio Kuda Api di tahun ini dapat menjadi pengingat bagi semua pihak untuk terus menjaga perdamaian dan bekerja keras demi masa depan yang lebih baik.






