Gianyar –
Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, menyerahkan truk sampah untuk dua desa adat, yakni Desa Adat Singakerta, Kecamatan Ubud, dan Desa Adat Kerta, Kecamatan Payangan, Senin (16/2/2026). Masing-masing desa adat mendapatkan satu truk sampah.
Pemberian truk dilakukan sebagai dukungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar dalam meningkatkan sarana dan prasarana pengelolaan sampah di tingkat desa adat. Proses penanganan sampah di desa adat diharapkan berjalan lebih optimal dan efektif dengan adanya truk sampah tersebut.
Mahayastra menegaskan pemerintah daerah dan desa adat harus berkolaborasi dalam mengatasi persoalan sampah. Pengelolaan sampah berbasis sumber dinilai sebagai langkah strategis untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Menurut Mahayastra, sampah merupakan persoalan besar. Penyelesaian persoalan sampah tidak bisa dilakukan hanya dengan pendekatan berskala besar di tingkat kabupaten/kota. Penanganan harus dimulai dari lingkup terkecil, yakni rumah tangga.
“Sampah ini masalah besar, tetapi tidak bisa sekaliber kabupaten/kota menyelesaikannya dengan hal yang besar. Harus diselesaikan mulai dari tempat yang paling kecil,” ujar Mahayastra dalam siaran pers kepada.
Pemkab Gianyar secara bertahap menyerahkan truk sampah untuk mendukung pengangkutan dan pengelolaan di tingkat desa desa adat. Hingga kini, kurang lebih 50 truk sampah telah diserahkan untuk membantu penanganan sampah di berbagai wilayah.
“Tidak terasa kurang lebih 50 truk sudah diserahkan untuk menangani sampah. Selama kita hidup tidak akan lepas dari sampah. Itu sampah kita, kitalah yang menyelesaikannya,” tegas Mahayastra.
Mahayastra menegaskan langkah paling aman dan efektif dalam mengatasi persoalan sampah adalah memilah sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya. Sosialisasi terus dilakukan pemerintah agar masyarakat memahami cara pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir, termasuk penanganan residu yang dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Temesi.
Di sisi lain, infrastruktur pengelolaan sampah di Gianyar juga terus dikembangkan guna mendukung penyelesaian permasalahan secara berkelanjutan.
