Gianyar –
Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra mengungkapkan angka kemiskinan turun pada kinerja pemerintahan sepanjang 2025. Hal itu disampaikan saat rapat paripurna di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gianyar.
Rapat paripurna mengagendakan penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Gianyar Tahun Anggaran 2025. Angka kemiskinan diklaim turun jadi 3,71 persen, dibanding pada 2024 yang mencapai 4 persen.
“Lebih rendah dibandingkan angka kemiskinan nasional sebesar 8,25 persen,” kata Mahayastra, Selasa (10/3/2026).
Tak hanya soal penurunan angka kemiskinan. Mahayastra juga bicara soal penurunan jumlah penggangguran di Gianyar. Dia mengatakan, angka pengangguran tercatat 1,98 persen pada tahun 2024. Angka itu menurun menjadi 1,55 persen pada tahun 2025 atau sekitar 5.036 orang.
“Tingkat pengangguran juga menurun dari 1,98 persen pada tahun 2024 menjadi 1,55 persen pada tahun 2025
Mahayastra mengatakan penurunan kemiskinan dan pengangguran itu, memicu pertumbuhan ekonomi di Gianyar.
Pertumbuhan ekonomi di Gianyar tercatat sebesar 5,89 persen pada tahun 2025. Angka itu meningkat dibandingkan tahun 2024 yang hanya tercatat 5,47 persen.
“Indeks Gini (ukuran ketimpangan ekonomi) yang menggambarkan tingkat ketimpangan pendapatan juga menunjukkan perbaikan. Turun dari 0,29 pada tahun 2024 menjadi 0,275 pada tahun 2025, yang tergolong ketimpangan rendah,” katanya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Gianyar I Gede Suardana Putra mengatakan, persentase angka kemiskinan 2026 ditargetkan tidak banyak turun. Targetnya, hanya turun 1,50 persen.
“Tahun ini, hanya sekitar itu, 1,50 persen,” kata Suardana.
Dia mengatakan upaya menurunkan angka kemiskinan, yakni dengan membuka kesempatan kerja yang luas. Mulai gelaran job fair yang akan diadakan saat hari jadi Kabupaten Gianyar pada April 2026 hingga beasiswa pelatihan kerja di 12 lembaga pelatihan kerja (LPK) selama setahun.
Sudah ada 380 peserta yang mendaftar dan diproses dari kuota sebanyak 400 orang. Mereka dibekali uang sebanyak Rp 16 juta per orang selama menjalani pelatihan kerja gratis di LPK.
“Kami juga memberikan pembinaan kepada pekerja mandiri. Jadi kalau ada warga yang ingin mendirikan UMKM (usaha mikro kecil menengah) kami bina dahulu,” katanya.
Adapun dalam rapat paripurna itu, juga dipaparkan indikator capaian lain sepanjang 2025. Mulai dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) hingga Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Kabupaten Gianyar.
Pada sektor keuangan daerah, pendapatan daerah dalam APBD Tahun Anggaran 2025 dirancang sebesar Rp3,291 triliun, dengan realisasi mencapai Rp3,181 triliun atau 96,65 persen dari target.
Realisasi tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1,997 triliun atau 98,63 persen dari target serta pendapatan transfer sebesar Rp608 miliar lebih.
“Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai Rp3,306 triliun atau 77,46 persen dari rencana sebesar Rp4,268 triliun.
Pada sisi pembiayaan daerah, penerimaan pembiayaan terealisasi sebesar Rp324 miliar lebih dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp175 miliar lebih,” lanjutnya.
Pada bidang pendidikan, rata-rata lama sekolah meningkat dari 9,84 tahun pada 2024 menjadi 9,93 tahun pada 2025, sementara angka harapan lama sekolah mencapai 14,12 tahun. Di bidang kesehatan, angka harapan hidup masyarakat meningkat menjadi 76,14 tahun.
Di sektor ketahanan pangan, kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB mencapai 11,35 persen, peningkatan produksi kelautan dan perikanan 3,9 persen, serta cadangan pangan 164,98 persen. Indeks Kualitas lingkungan hidup juga meningkat menjadi 71,67 dari sebelumnya 68,95.
Di bidang reformasi birokrasi, nilai SAKIP Kabupaten Gianyar meningkat menjadi 66,82. Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sebesar 3,49 dan Indeks Kepuasan Masyarakat 72,11.






