Jembrana –
Kemacetan horor degan antrean kendaraan hingga 32 kilometer menuju Pelabuhan Gilimanuk dimanfaatkan sejumlah warga di sepanjang Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk, khususnya di Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Minggu (15/3/2026). Mereka menjadi tukang ojek dadakan.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Salah satunya adalah Ketut Oki (46). Dia menjadi tukang ojek dadakan muncul ketika melintasi Jalan Denpasar-Gilimanuk seusai mengantar istrinya bekerja. Di sepanjang jalan, Oki melihat banyak pemudik yang putus asa menunggu di dalam kendaraan, baik bus maupun travel. Mereka keluar kendaraan dan memilih berjalan kaki menuju pelabuhan. Oki lantas mencoba menawarkan jasa ojek.
“Saya coba tawarkan jasa ojek, ternyata mereka sangat antusias. Untuk tarif bervariasi, sesuai keikhlasan saja karena niatnya juga membantu. Kemarin saya dapat dua orang, hari ini sampai jam 11.00 Wita sudah dapat dua lagi. Ada yang kasih Rp 100 ribu, ada yang Rp 150 ribu,” ungkap Oki.
Hal senada diungkapkan Nengah Poster (65). Pria yang memang sehari-harinya berprofesi sebagai tukang ojek ini mengaku lebih proaktif menawarkan jasa kepada para pemudik yang terlihat kelelahan berjalan kaki.
“Awalnya cuman iseng menawarkan. Siapa tahu ada yang mau diantar, ya saya tawarkan. Saya beri tarif seikhlasnya saja. Ini baru dapat penumpang pertama hari ini,” ujarnya singkat.
Selain ojek dadakan, banyak warga sekitar yang mendapat limpahan cuan dari berdagang makanan. Ada puluhan warga tampak menjajakan berbagai kebutuhan kepada para sopir truk dan pemudik yang terjebak. Mulai dari nasi jinggo, kopi hangat, hingga makanan ringan ludes diserbu mereka yang mulai kelaparan dan kehausan di tengah terik matahari.
Salah seorang warga Desa Kaliakah, Wayan Netri (48), mengaku sengaja menggelar dagangan kopi di pinggir jalan karena melihat kemacetan yang luar biasa tahun ini.
“Tumben macetnya sampai ke Desa Kaliakah ini. Kasihan lihat para sopir truk yang harus menunggu lama, jadi kami tawarkan kopi dan makanan untuk pemudik,” ungkap Netri kepada.
Hingga siang ini, kepadatan di jalur menuju Gilimanuk terpantau belum terurai. Polisi masih terus berupaya melakukan pengaturan lalu lintas di titik-titik krusial wilayah Jembrana.
