Arus lalu lintas di ruas jalan Watu Ci’e-Deno, Kampung Lento, Desa Lento, Kecamatan Lambaleda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), lumpuh total selama tiga hari terakhir akibat longsor. Longsor tersebut akibat hujan lebat pada Minggu (11/1/2026).
Hingga Selasa (13/1/2025), material longsor yang menutup badan jalan di ruas jalan kabupaten itu belum dibersihkan. Pembersihan material longsor masih menunggu kedatangan alat berat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai Timur.
“Kondisi saat ini belum bisa dilewati kendaraan. Pembersihan lokasi masih menunggu alat (berat) dari BPBD kabupaten,” kata Kapolsek Borong AKP Kaha Rudin, Selasa.
Kepala Desa Lento, Rian Marten Nggabuk, mengatakan ruas jalan yang tertimbun longsor itu akses untuk empat desa. Longsor disebabkan tembok penahan tanah jebol karena diguyur hujan lebat.
“Tembok penahan tanah jebol,” ujar Rian.
Selain arus lalu lintas lumpuh, ia mengatakan longsor itu juga menyebabkan pemadaman listrik. Pemadaman terjadi akibat bambu roboh menimpa kabel listrik.
“Pemadaman listrik yang disebabkan oleh pohon bambu yang langsung mengenai kabel PLN Watu Ci’e-Deno,” jelas Rian.
Warga setempat sudah berusaha menyingkirkan material longsor tapi tak berhasil. Terdapat batu besar, material tembok yang roboh dan bambu yang menutupi badan jalan itu.






