Kawasan wisata Teluk Gilimanuk di Kabupaten Jembrana, Bali, diserbu ribuan wisatawan lokal pada hari pertama tahun 2026. Panorama laut yang tenang dan alami menjadi magnet utama warga untuk menghabiskan waktu libur Tahun Baru bersama keluarga.
Pantauan infoBali di lokasi, Kamis (1/1/2026), arus wisatawan mulai memadati kawasan Teluk Gilimanuk sejak pagi hari. Antusiasme pengunjung terlihat dari antrean kendaraan pribadi yang terparkir meluber hingga ke bahu jalan di sekitar area wisata.
Kondisi tersebut membawa berkah bagi para pedagang kaki lima serta pelaku usaha wisata air. Sejumlah jukung tradisional yang bersandar di dermaga tampak hilir mudik mengangkut wisatawan yang ingin menikmati sensasi berkeliling teluk.
“Kunjungan di Teluk Gilimanuk ini sangat luar biasa sekali. Peningkatan dari hari biasanya. Biasanya dari 14 armada, hanya empat sampai lima saja yang jalan bergantian. Namun hari ini, dari pagi tadi seluruh armada jalan sampai lima kali (trip),” ungkap Ketua Paguyuban Wisata Teluk Gilimanuk, Sony Budi Kusuma, saat ditemui infoBali, Kamis (1/1/2026).
Sony menjelaskan, kepadatan pengunjung terjadi merata dari ujung barat hingga ujung timur Teluk Gilimanuk. Ia mengklaim lonjakan wisatawan kali ini menjadi yang tertinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Kunjungan membludak, seluruhnya menikmati momen kebersamaan bersama keluarga di tahun baru 2026 ini. Kurang lebih seribu orang bahkan lebih hingga sore ini,” ujar Sony.
Pengelola menawarkan beragam pilihan trip wisata bagi pengunjung. Mulai dari berkeliling perairan teluk yang jernih hingga mengunjungi pulau-pulau kecil di sekitarnya, seperti Pulau Kalong, Pulau Burung, dan Pantai Karangsewu.
“Daerah hutan mangrove yang melintasi jalur perjalanan juga menjadi daya tarik tersendiri. Karakter perairan di Teluk Gilimanuk juga sangat tenang, jadi sangat cocok untuk mengajak keluarga berwisata air karena tidak akan mabuk laut,” jelas Sony.
Mayoritas wisatawan yang berkunjung berasal dari wilayah sekitar, seperti Jembrana dan Buleleng. Meski begitu, Sony mencatat adanya peningkatan jumlah wisatawan dari luar Bali.
“Ada juga wisatawan dari Pulau Jawa, terutama Jember dan Banyuwangi. Mereka biasanya melakukan perjalanan khusus ke Bali naik kereta, menyeberang, dan akhirnya sampai di sini,” imbuhnya.
Wisata jukung tradisional menjadi pilihan favorit karena tarifnya yang relatif terjangkau. Satu unit jukung dapat menampung delapan hingga 10 orang penumpang.
Wisatawan cukup merogoh kocek Rp 170.000 untuk perjalanan selama 30 hingga 45 menit mengelilingi kawasan teluk. Selain wisata keluarga, pengelola juga menyediakan paket khusus bagi pengunjung yang gemar memancing.
“Selain antar tamu keliling teluk, nelayan juga menawarkan wisata memancing. Tarif memancing dimulai dari Rp 300.000, tergantung waktu dan jarak tempuhnya,” pungkas Sony.






