Libur Tahun Baru, Menikmati Kupu-Kupu di Kemenuh Butterfly Park Gianyar

Posted on

Liburan Tahun Baru di Bali tak melulu soal pantai. Wisata fauna bisa menjadi alternatif bagi infoers yang menginginkan suasana tenang dan asri.

Salah satunya dengan menikmati tingkah kupu-kupu di Kemenuh Butterfly Park yang berlokasi di Jalan Ir Sutami, Desa Kemenuh Kelod, Kabupaten Gianyar. Kemenuh Butterfly Park merupakan satu dari dua tempat wisata di Bali yang menyuguhkan koleksi fauna kupu-kupu bagi wisatawan.

Pantauan infoBali, jumlah wisatawan yang masuk ke areal penangkaran kupu-kupu terpantau belum terlalu ramai. Mayoritas pengunjung masih asyik beraktivitas di area kolam renang.

Wisatawan mulai berdatangan ke areal penangkaran kupu-kupu seluas 20 are tersebut pada pukul 14.00 Wita hingga 17.45 Wita. Pengunjung yang datang terdiri dari wisatawan lokal hingga wisatawan mancanegara asal Eropa, India, dan Arab, baik bersama keluarga maupun pasangan.

“Tadi di atas jam 11 baru makin banyak tamunya. Ada tamu asing, tapi memang lebih banyak wisatawan lokalnya,” kata Marketing Kemenuh Butterfly Park, Gus Bhaskara, saat ditemui infoBali, Kamis (1/1/2026).

infoBali bersama sejumlah wisatawan lokal turut menjajal masuk ke areal penangkaran kupu-kupu. Saat baru memasuki area tersebut, beberapa kupu-kupu tampak beterbangan di dekat pintu masuk, seolah menyambut para pengunjung.

Karena kondisi langit yang sedikit mendung, sebagian kupu-kupu terlihat diam dan bertengger di daun tanaman bintaro serta tanaman jeruk yang ditanam di dalam area. Kupu-kupu bukan satwa nokturnal atau hewan malam sehingga kondisi mendung dianggap seperti malam hari.

“Jadi, kupu-kupu itu memang takut hujan. Kalau kena hujan, sayap kupu-kupu akan terasa lebih berat. Mereka akan jatuh ke tanah dan jadi sasaran empuk buat predator. Kalau mendung juga bertengger karena dikira malam sama kupu-kupunya,” ujar Bhaskara.

Bhaskara menjelaskan, terdapat 15 spesies kupu-kupu Jawa dan Bali yang hidup di Kemenuh Butterfly Park. Spesies tersebut di antaranya Idiopsi Juventa atau kupu-kupu Jawa serta Papilionidae atau kupu-kupu Bali.

Beberapa spesies yang dapat dijumpai antara lain Cetusia, Euploea phaenareta, serta Papilio polytes atau yang dikenal sebagai kupu Mormon. Spesies ini tersebar luas di seluruh Asia, termasuk Indonesia. Selain itu, terdapat pula ngengat berukuran jumbo dengan rentang sayap mencapai 20 sentimeter.

“Itu namanya kupu-kupu Barong kalau di Bali. Kalau di Jawa namanya kupu-kupu Gajah. Tapi sebenarnya itu ngengat, bukan kupu-kupu. Durasi hidupnya cuma lima hari karena nggak punya mulut untuk makan. Berbeda dengan kupu-kupu,” katanya.

Ratusan ekor kupu-kupu dari dua spesies tersebut hidup di dalam areal penangkaran. Sejumlah tanaman seperti pohon bintaro, pohon jeruk, dan tanaman air mata pengantin (Antigonon leptopus) sengaja ditanam sebagai sumber nektar dan tempat hidup kupu-kupu.

Tanaman tersebut berfungsi sebagai sumber air minum berupa nektar bagi kupu-kupu dewasa, sementara daun bintaro dan daun jeruk menjadi sumber makanan saat kupu-kupu masih berada dalam fase ulat.

“Yang betina, tiga jam setelah keluar dari kepompong dan jadi kupu-kupu, dia akan kawin. Sedangkan yang jantan, tiga hari kemudian baru kawin. Kupu-kupu betina sekali bertelur bisa 350 biji,” jelas Bhaskara.

“Dalam siklus hidup selama 21 hari, kupu-kupu hanya kawin sekali saja,” imbuhnya.

Bhaskara menambahkan, Kemenuh Butterfly Park berencana menghadirkan atraksi baru pada pertengahan 2026, yakni area pengembangbiakan larva kupu-kupu.

Kupu-kupu jantan dan betina yang akan kawin nantinya akan ditempatkan dalam satu ruang penangkaran khusus. Saat ini, fasilitas tersebut masih dalam tahap pengerjaan.

“Kami sedang proses larva breeding. Supaya kupu-kupunya dapat berkembang biak sendiri. Itulah kenapa di tempat kami, konsepnya edukasi,” katanya.

Sebagai informasi, Kemenuh Butterfly Park buka setiap hari mulai pukul 09.00 Wita hingga 18.00 Wita. Harga tiket masuk untuk wisatawan domestik sebesar Rp 100 ribu atau Rp 50 ribu bagi pengunjung yang dapat menunjukkan KTP.

Untuk anak Indonesia usia 2 hingga 11 tahun, harga tiket masuk sebesar Rp 30 ribu. Sementara itu, tiket masuk wisatawan asing dipatok Rp 100 ribu.

“Kalau tamu asing pemegang KITAS, harganya ikut lokal. Jadi, Rp 50 ribu kalau dewasa dan anak harga Rp 30 ribu,” tutup Bhaskara.

Koleksi Kupu-kupu dan Siklus Hidup

Atraksi Baru dan Harga Tiket


Bhaskara menjelaskan, terdapat 15 spesies kupu-kupu Jawa dan Bali yang hidup di Kemenuh Butterfly Park. Spesies tersebut di antaranya Idiopsi Juventa atau kupu-kupu Jawa serta Papilionidae atau kupu-kupu Bali.

Beberapa spesies yang dapat dijumpai antara lain Cetusia, Euploea phaenareta, serta Papilio polytes atau yang dikenal sebagai kupu Mormon. Spesies ini tersebar luas di seluruh Asia, termasuk Indonesia. Selain itu, terdapat pula ngengat berukuran jumbo dengan rentang sayap mencapai 20 sentimeter.

“Itu namanya kupu-kupu Barong kalau di Bali. Kalau di Jawa namanya kupu-kupu Gajah. Tapi sebenarnya itu ngengat, bukan kupu-kupu. Durasi hidupnya cuma lima hari karena nggak punya mulut untuk makan. Berbeda dengan kupu-kupu,” katanya.

Ratusan ekor kupu-kupu dari dua spesies tersebut hidup di dalam areal penangkaran. Sejumlah tanaman seperti pohon bintaro, pohon jeruk, dan tanaman air mata pengantin (Antigonon leptopus) sengaja ditanam sebagai sumber nektar dan tempat hidup kupu-kupu.

Tanaman tersebut berfungsi sebagai sumber air minum berupa nektar bagi kupu-kupu dewasa, sementara daun bintaro dan daun jeruk menjadi sumber makanan saat kupu-kupu masih berada dalam fase ulat.

“Yang betina, tiga jam setelah keluar dari kepompong dan jadi kupu-kupu, dia akan kawin. Sedangkan yang jantan, tiga hari kemudian baru kawin. Kupu-kupu betina sekali bertelur bisa 350 biji,” jelas Bhaskara.

“Dalam siklus hidup selama 21 hari, kupu-kupu hanya kawin sekali saja,” imbuhnya.

Bhaskara menambahkan, Kemenuh Butterfly Park berencana menghadirkan atraksi baru pada pertengahan 2026, yakni area pengembangbiakan larva kupu-kupu.

Kupu-kupu jantan dan betina yang akan kawin nantinya akan ditempatkan dalam satu ruang penangkaran khusus. Saat ini, fasilitas tersebut masih dalam tahap pengerjaan.

“Kami sedang proses larva breeding. Supaya kupu-kupunya dapat berkembang biak sendiri. Itulah kenapa di tempat kami, konsepnya edukasi,” katanya.

Sebagai informasi, Kemenuh Butterfly Park buka setiap hari mulai pukul 09.00 Wita hingga 18.00 Wita. Harga tiket masuk untuk wisatawan domestik sebesar Rp 100 ribu atau Rp 50 ribu bagi pengunjung yang dapat menunjukkan KTP.

Untuk anak Indonesia usia 2 hingga 11 tahun, harga tiket masuk sebesar Rp 30 ribu. Sementara itu, tiket masuk wisatawan asing dipatok Rp 100 ribu.

“Kalau tamu asing pemegang KITAS, harganya ikut lokal. Jadi, Rp 50 ribu kalau dewasa dan anak harga Rp 30 ribu,” tutup Bhaskara.

Koleksi Kupu-kupu dan Siklus Hidup

Atraksi Baru dan Harga Tiket