Kupang –
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan akan mempidanakan setiap oknum yang bermain atau memanipulasi data penduduk miskin di wilayah NTT.
Penegasan itu disampaikan Laka Lena saat memimpin rapat evaluasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) NTT, 22 bupati dan wali kota, tokoh agama, serta akademisi di Kantor Gubernur NTT, Jumat (6/2/2026).
Dalam rapat tersebut, Laka Lena menyinggung kasus meninggalnya seorang siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Ngada. Ia menegaskan kejadian serupa tidak boleh terulang di kemudian hari.
“Kejadian ini tidak boleh terjadi lagi. Ke depan kalau masih ada yang terjadi seperti ini maka kita akan pidanakan,” tegas Laka Lena.
Laka Lena menjelaskan, peristiwa yang menimpa siswa SD tersebut berkaitan erat dengan persoalan data kependudukan, khususnya data masyarakat miskin di NTT.
“Tadi rapat secara khusus bagaimana pendataan, warga miskin di NTT ini dan menurut kami data ini masih terus dipastikan betul-betul masuk kategori miskin. Kematian anak kita YBN beberapa waktu lalu,” jelasnya.
Politikus Golkar itu menyebutkan hasil rapat koordinasi lintas sektor menyimpulkan bahwa persoalan utama yang harus segera dibenahi adalah kemiskinan di NTT.
“Hari ini kami ingin mengajak semua untuk kita bagaimana membenahi secara sungguh-sungguh, dan serius agar semua bagian dan kejadian ini terjadi dalam judul besar dengan isu kemiskinan di NTT. Kejadian itu memukul kita semua sebagai pemimpin di NTT dan juga bangsa ini,” pungkasnya.
Laka Lena menambahkan, langkah mendesak yang perlu dilakukan saat ini adalah memastikan data kemiskinan benar-benar valid dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
“Kita harus rapikan betul sehingga ke depan, hal semacam ini tidak terjadi lagi. Selain itu bantuan-bantuan untuk orang miskin juga bisa sampaikan dengan baik sampai kepada yang paling berhak,” ujarnya.
